SINGKAWANG, SP - Sampai saat ini, Kejaksaan Negeri Singkawang sudah menyalurkan sebanyak 1000 lebih Kartu Identitas Anak (KIA) kepada siswa SDN.
"Penyaluran KIA ini merupakan komitmen kami untuk mempercepat kepemilikan identitas bagi anak melalui kolaborasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang," kata Kepala Kejaksaan Negeri Singkawang, Imang Job Marsudi, Selasa (13/10).
Senin (12/10) kemarin, pihaknya kembali menyalurkan ratusan KIA kepada para siswa di wilayah Kecamatan Singkawang Utara.
Penyerahan ratusan KIA tersebut dipusatkan di Aula Kantor Camat Singkawang Utara dan disalurkan kepada empat Sekolah Dasar Negeri (SDN).
"Ada empat SDN yang menerima KIA, antara lain SDN 83, SDN 84, SDN 93 dan SDN 94 yang tergabung dalam Gugus 18," ujarnya.
Ia menjelaskan, penyaluran KIA ini merupakan program berkelanjutan yang digagas oleh Kejari Singkawang melalui program Jaksa Peduli KIA. Hingga hari ini, total ada sebanyak 1.000 lebih keping KIA yang sudah berhasil disalurkan kepada siswa-siswi SD di Kota Singkawang.
Menurutnya, target besar telah dicanangkan dalam program ini. Pihaknya bersama Disdukcapil menargetkan sebanyak 80 persen anak di Kota Singkawang sudah memiliki KIA hingga akhir tahun 2026 dan tahun selanjutnya bisa diupayakan mencapai 100 persen.
"Kita targetkan 80 persen anak sudah memiliki KIA sampai akhir tahun dan tahun selanjutnya bisa diupayakan 100 persen," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dukcapil Kota Singkawang, Darnila, mengatakan bahwa kepemilikan KIA sangat penting dan memiliki banyak manfaat bagi anak. Dengan memiliki KIA, berarti data anak tersebut sudah tercatat secara resmi dan valid di dalam database kependudukan nasional.
"Dengan begitu, pemenuhan hak-hak anak bisa dipertahankan dan diperjuangkan, seperti untuk mengurus administrasi pendidikan, kesehatan, maupun keperluan lainnya," kata Darnila.
Senada dengan itu, Kepala Disdikbud Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan bahwa kepemilikan KIA merupakan pondasi awal yang sangat penting bagi anak dalam rangka meningkatkan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini.
Melalui kolaborasi lintas instansi ini, data anak didik bisa terhimpun secara maksimal, akurat, dan terintegrasi, sehingga pemerintah dapat memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan dengan baik dan merata.
"Melalui kolaborasi ini, insya Allah kita mendapatkan data semaksimal mungkin terhadap anak guna memastikan mereka mendapatkan layanan pendidikan dengan baik," kata Asmadi. (rud)