SANGGAU, SP - Anggota Komisi XIII DPR RI Paolus Hadi kembali melaksanakan sosialisasi pentingnya mewujudkan masyarakat sadar Hak Asasi Manusia (HAM) melalui implementasi penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan dan pemajuan HAM (P5HAM). Kegiatan dilaksanakan di Aula Hotel The Garden Palace Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa 13 Oktober 2026. Kali ini, pesertanya merupakan anggota Credit Union (CU) di Kabupaten Sanggau. Kegiatan ini dihadiri Penelaah Teknis Kebijakan Kementerian HAM Kalimantan Barat, Binardi Rizi, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Justitia Populi Sanggau Tommy Hirono,
"Nah, mereka rata-rata adalah anggota Kredit Union, kelompok yang memang berkaitan dengan pengembangan ekonomi dan berkaitan dengan Hak Asasi Manusia," ujar Paolus Hadi kepada media
Paolus Hadi berharap para kelompok Kredit Union ini juga bisa mengetahui seperti apa sebenarnya Hak Asasi Manusia itu bisa berdampak kedepan ketika mereka bisa menguatkan di dalam keluarganya.
"Yang paling menarik adalah ketika kita berbicara tentang penguatan HAM itu di dalam keluarga. Nah, seperti tadi juga yang disampaikan oleh peserta, kebanyakan memang masih banyaklah masyarakat kita yang masih malas melaporkan tentang pelanggaran-pelanggaran HAM. Dan kalau lihat aura mereka memang sepertinya juga kesulitan mau menyampaikan ke mana. Dan saya lihat juga pemahaman soal HAM ini sepertinya belum begitu menarik, ya," jelas mantan Bupati Sanggau dua periode ini.
Oleh karenanya, PH sapaan akrabnya mengaku senang bisa bersama-sama masyarakat Sanggau menjelaskan betapa pentingnya HAM.
"Karena HAM itu kan sudah melekat sejak lahir.
Hak kita, tapi juga ada kewajiban kita menghargai HAM orang lain. Jadi keseimbangan ini penting, sehingga ketika kita bisa memahami hak dan kewajiban kita, saya harap biar pelanggaran-pelanggaran HAM tidak ada yang terjadi. Bereskan dulu di dalam lingkungan kecil, keluarga, dan akhirnya bisa merambat ke mana-mana,"ungkapnya.
"Kalau kita bicara konsep HAM tentu adalah kebersamaan, ya. Kerjasama antar semua orang. Nah ini yang saya tekankan tadi. Kalau lihat perkembangan hari ini, ya pelanggaran HAM tentu harusnya minimal. Saya lihat di Sanggau, ya semoga ya kita bisa meminimalisasi nya,"tambahnya.
Oleh karenanya, anggota Komisi XIII DPR RI Dapil Kalbar 2 ini berharap pendidikan itu adalah hak anak. Yang termasuk rentan itu anak, disabilitas, perempuan dan lansia.
"Hati-hati memperkerjakan anak di bawah umur, karena itu pelanggaran HAM, terutama teman-teman pengusaha. Pastikan mereka punya hak pendidikan. Orang tua juga jangan menikahkan anak di bawah umur,"pungkasnya (Dit)