Sanggau post author Kiwi 13 Oktober 2026

Capai 15,36 Ton per Hektare, Panen Jagung Hibrida Digelar di Entikong

Photo of Capai 15,36 Ton per Hektare, Panen Jagung Hibrida Digelar di Entikong

SANGGAU. SP - Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di wilayah perbatasan Kabupaten Sanggau. Hal itu terlihat dari pelaksanaan panen jagung hibrida Kuartal II Tahun 2026 di lahan sukarelawan Sukarni, Dusun Semanget Ninjau, Desa Semanget, Kecamatan Entikong, Senin (12/10/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan sekaligus penguatan sektor pertanian masyarakat.

Pelaksanaan Panen merupakan hasil penanaman jagung hibrida pada Kuartal I Tahun 2026. Tanaman tersebut dibudidayakan di lahan seluas dua hektare milik Sukarni dan dipanen setelah melalui proses pemeliharaan hingga memasuki masa produksi.

Kegiatan panen dihadiri Wakapolsek Entikong Iptu Henryanto Pintor Hutajulu, Panit I Binmas Aipda Muh. Tholkah, Bhabinkamtibmas Desa Semanget Aipda Tatak Budi C, PPL Desa Semanget Edita Nila Kurnia, S.P., serta sejumlah anggota Polsek Entikong. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan adanya sinergi antara kepolisian dan pihak terkait dalam mendorong produktivitas pertanian masyarakat.

Untuk mengetahui potensi hasil produksi, petugas bersama BPP melaksanakan pengukuran dengan metode ubinan. Dari dua plot atau sampel yang diambil, diperoleh hasil masing-masing 9,2 kilogram dan 10 kilogram. Dengan demikian, rata-rata hasil kedua sampel tersebut mencapai 9,6 kilogram.

Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, estimasi produktivitas jagung hibrida mencapai sekitar 15,36 ton per hektare untuk tongkol basah. Dengan luas lahan dua hektare, total produksi diperkirakan mencapai 30,72 ton. Hasil tersebut menjadi gambaran potensi produktivitas lahan sekaligus menunjukkan peluang pengembangan budidaya jagung di wilayah Kecamatan Entikong.

Kapolsek Entikong AKP Donny Sembiring, SH. mengatakan, panen jagung tersebut bukan hanya berkaitan dengan hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, keterlibatan warga sebagai sukarelawan dalam kegiatan pertanian merupakan modal penting untuk memperkuat ketersediaan pangan di daerah.

“Panen ini menunjukkan bahwa lahan masyarakat dapat memberikan hasil yang produktif apabila dikelola dengan baik dan didukung secara bersama-sama. Kami dari Polsek Entikong akan terus mendorong serta mendukung kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penguatan ketahanan pangan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen. Sinergi antara petani, penyuluh, pemerintah dan kepolisian diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas sekaligus mendorong masyarakat semakin percaya diri dalam mengembangkan sektor pertanian.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan serta Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dari tingkat desa hingga wilayah perbatasan, peningkatan produksi pangan dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan memperkuat perekonomian masyarakat.

Pelaksanaan panen jagung hibrida Kuartal II Tahun 2026 di lahan Sukarni berlangsung aman dan lancar. Dengan estimasi produksi mencapai 30,72 ton dari lahan seluas dua hektare, kegiatan tersebut diharapkan menjadi contoh positif bagi pengembangan pertanian produktif di Kecamatan Entikong sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. _(Dit)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda