Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menandai pergantian tahun dengan menghadirkan dua penanda baru wajah kota. Tugu Benteng Mangrove dan Bundaran Gaforaya resmi diperkenalkan sebagai landmark anyar daerah itu, Rabu (31/12/2025) malam.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kubu Raya Sujiwo.
Keistimewaan proyek ini terletak pada sumber pendanaannya. Seluruh biaya pembangunan, yang ditaksir mencapai Rp 4,8 miliar, tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah daerah menegaskan pembangunan tersebut sepenuhnya dibiayai melalui kontribusi para pelaku usaha.
Menurut Sujiwo, kehadiran tugu dan bundaran itu mencerminkan kepedulian dunia usaha terhadap pembangunan daerah. Pemerintah, kata dia, hanya mengambil peran sebagai penghubung dan fasilitator.
“Bundaran Gaforaya dan Tugu Benteng Mangrove ini terwujud berkat kemurahan hati para pelaku usaha. Atas nama pemerintah dan masyarakat Kubu Raya, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Sujiwo dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, nama Gaforaya merupakan akronim dari GAIA, Four Point, Astra, dan Yamaha—empat perusahaan yang tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam pembangunan landmark di kawasan Jalan Supadio, Kecamatan Sungai Raya. Selain mereka, sedikitnya sebelas perusahaan perkebunan serta pelaku usaha lain di sepanjang koridor Jalan Supadio turut ambil bagian.
Sujiwo menilai kolaborasi semacam ini menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadirkan infrastruktur publik. “Pembangunan bisa berjalan tanpa membebani keuangan daerah, tetapi tetap memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata dia.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, lanjut Sujiwo, berkomitmen membuka ruang investasi seluas-luasnya. Namun ia menegaskan, setiap investasi harus berjalan sesuai ketentuan hukum serta membawa dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan kepentingan nasional.
Gelar Donasi
Momen pergantian tahun di Kubu Raya tak sekadar dirayakan dengan gemerlap cahaya dan gempita suara. Di bawah langit malam penghujung tahun, denyut solidaritas justru menguat. Lebih dari Rp500 juta dana terkumpul untuk membantu korban banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Aksi solidaritas itu terangkai dalam acara peresmian Bundaran Gaforaya dan Tugu Benteng Mangrove di Jalan Supadio, Kecamatan Sungai Raya, Rabu (31/12/2025) malam.
Sebelum meresmikan tugu dan bundaran, Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyisihkan rezeki untuk membantu para korban bencana.
“Terima kasih kepada ASN Kubu Raya yang hebat, semuanya terkumpul Rp192.500.000. Terima kasih kepada PGRI yang telah menyumbang sebesar Rp175.463.000. Terima kasih kepada Pak Wagub, Bank Kalbar, Perumda Air Minum Tirta Raya, Ketua PKK, Rumah Coffee, Swalayan Sangat Manis, dan semua pihak yang telah menyisihkan dananya,” ucap Sujiwo.
Sujiwo mengungkapkan dana yang telah ditransfer untuk korban bencana hampir mencapai Rp400 juta. Dana tersebut mayoritas berasal dari kontribusi ASN dan PGRI Kubu Raya yang menjadi tulang punggung penggalangan dana solidaritas kemanusiaan.
“Selebihnya akan kita transfer lagi,” kata Sujiwo.
Sujiwo menerangkan bahwa sebagian dana juga dialokasikan untuk membantu warga Kubu Raya yang kurang mampu. Bantuan tersebut berupa paket sembako. Kebijakan itu diambil setelah mempertimbangkan adanya aspirasi masyarakat.
“Ada yang menyampaikan kepada saya, jangan dikirim semua. Banyak juga masyarakat Kubu Raya yang tidak mampu dan memerlukan bantuan,” tuturnya. (sua/ril)