KUBU RAYA, SP - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Poltekkes Kemenkes Pontianak (Polkespon) menjalin kemitraan strategis dengan Pemerintah Desa Teluk Kapuas dan PAUD Al Halim, Kabupaten Kubu Raya.
Langkah taktis ini diambil sebagai upaya nyata menekan prevalensi kasus infeksi cacingan yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak usia dini di wilayah tersebut.
Edukasi kesehatan yang menyasar lingkungan sekolah ini dikemas secara menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak. Ketua tim PKM dari Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Polkespon, Maulidiyah Salim, SKM, M.Kes, menjelaskan bahwa program kali ini menerapkan metode interaktif berbasis edutainment.
"Anak-anak kami ajak belajar lewat pemutaran video animasi tentang bahaya kecacingan, menyanyikan lagu cuci tangan bersama, serta mengikuti kuis interaktif yang berhadiah. Seluruh rangkaian aktivitas ini disambut dengan sangat antusias oleh para murid," ujar Maulidiyah.
Tidak hanya memberikan penyuluhan lisan, tim Polkespon juga membagikan media pembelajaran inovatif berupa booklet edukasi personal hygiene yang telah resmi mengantongi sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Di samping itu, diserahkan pula bantuan fasilitas kebersihan serta unit banner dan spanduk prosedur cuci tangan yang benar serta berbagai alat peraga edukatif untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar di sekolah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para murid PAUD, dewan guru, serta orang tua murid. Maulidiyah menekankan bahwa kehadiran orang tua dinilai sangat krusial dalam program ini. Peran aktif orang tua di rumah menjadi penentu agar pembiasaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti praktik mencuci tangan 8 langkah menggunakan sabun dan menjaga kebersihan kuku, dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan hanya saat anak berada di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kegiatan di lapangan ini sebenarnya sempat tertunda akibat kondisi cuaca buruk kabut asap yang melanda wilayah Kubu Raya beberapa waktu lalu.
Namun, setelah aktivitas sekolah kembali aktif, agenda ini dapat berjalan dengan sangat lancar berkat dukungan penuh dari Kepala Desa Teluk Kapuas, pihak Puskesmas setempat, serta Kepala Sekolah PAUD Al Halim.
Merespons aksi nyata ini, Kepala Desa Teluk Kapuas menyatakan dukungan penuhnya dan berkomitmen untuk membantu pengawasan keberlanjutan program PHBS ini di tingkat desa dengan melibatkan petugas Puskesmas secara berkala.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah PAUD Al Halim menyambut baik intervensi dari institusi pendidikan tinggi ini karena sangat membantu memobilisasi guru dan murid dalam menerapkan lingkungan sekolah yang jauh lebih sehat.
Melalui sinergi lintas sektor yang kuat ini, diharapkan angka kasus kecacingan pada anak usia dini di Kabupaten Kubu Raya dapat ditekan secara signifikan. Langkah preventif ini diharapkan mampu mengoptimalkan tumbuh kembang anak demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari risiko stunting di masa depan. (*)