SANGGAU, SP – Menghadapi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau, PT Finnantara Intiga memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan respons cepat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Satgas Pengendalian Karhutla, Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan di sekitar wilayah operasional, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, kesiapan personel, serta percepatan penanganan apabila terjadi karhutla. Dalam kondisi darurat, dukungan dan koordinasi lintas pihak menjadi penting agar sumber daya yang tersedia dapat dimobilisasi sesuai kebutuhan, lokasi kejadian, serta kondisi di lapangan.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan tersebut, PT Finnantara Intiga menyiapkan sumber daya manusia, sarana deteksi dini, peralatan pemadaman, kendaraan operasional, dukungan logistik, serta sumber daya pendukung lainnya. Sarana dan prasarana pengendalian karhutla yang tersedia di berbagai unit perusahaan juga dapat dikoordinasikan dan dimobilisasi sesuai kebutuhan penanganan.
Penguatan sarana pengendalian karhutla tersebut mencakup berbagai jenis peralatan. Berdasarkan konsolidasi data sarana dan prasarana dari unit-unit perusahaan yang tersedia, terdapat antara lain 6 mobil pemadam kebakaran, 6 mobil tangki air, 15 pompa induk, 26 pompa jinjing, 24 pompa apung, 99 nozzle, 112 alat suntik gambut, 73 tangki air lipat, 649 unit/roll selang, dan 13 chainsaw.
Dukungan mobilisasi juga diperkuat dengan 32 kendaraan roda dua, 8 kendaraan roda empat untuk personel maupun logistik, serta 4 sarana transportasi air. Dalam kondisi yang membutuhkan penanganan lebih besar, tersedia dukungan alat berat serta pemadaman udara melalui helikopter yang dapat dimobilisasi sesuai kebutuhan dan mekanisme dukungan di lapangan.
Kekuatan sarana pemadaman tersebut dilengkapi dengan sistem deteksi dini dan komunikasi, antara lain menara pengawas, CCTV, sensor panas, teropong, drone, GPS, perangkat pengolah data hotspot, radio komunikasi, RIC, megaphone, sirine, serta sarana komunikasi lainnya. Sarana tersebut mendukung pemantauan kondisi lapangan, penyampaian informasi, koordinasi personel, hingga pengambilan keputusan dalam menentukan sumber daya yang perlu dikerahkan.
Dari sisi sumber daya manusia, PT Finnantara Intiga juga menyiapkan personel pengendalian karhutla yang terdiri atas regu inti, regu perbantuan, regu cadangan, serta dukungan Masyarakat Peduli Api (MPA). Personel mendapatkan pelatihan dan simulasi agar mampu menggunakan peralatan pemadaman serta menjalankan prosedur penanganan kebakaran secara efektif.
Upaya pencegahan dilakukan secara berlapis melalui patroli darat, patroli air, patroli udara, patroli terpadu, pemasangan papan peringatan dan larangan membakar, penyuluhan kepada masyarakat, serta pemberdayaan MPA. Perusahaan juga memanfaatkan informasi cuaca dan tingkat risiko kebakaran, peta rawan kebakaran, peta kerja, database sumber daya pengendalian, serta sistem pemantauan untuk memperkuat deteksi dini.
Dalam kondisi terjadi kebakaran, mekanisme respons dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan sumber daya terdekat dan paling sesuai dengan kebutuhan lapangan. Personel, mobil pemadam, mobil tangki, pompa, peralatan pemadaman, kendaraan pendukung, alat berat, hingga dukungan pemadaman udara dapat dikerahkan secara terpadu untuk mempercepat pengendalian api.
“Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah terus mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah, Satgas, aparat, perusahaan, dan masyarakat agar pencegahan serta penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. Dukungan sumber daya, termasuk personel dan sarana pemadaman dari berbagai pihak, sangat penting terutama ketika menghadapi kondisi darurat.” ujar Bupati Sanggau Yohanes Ontot. Senin (31/8/2026)
Kolaborasi lintas pihak juga, lanjut Ontot. Menjadi bagian penting dalam memastikan dukungan sumber daya dapat diberikan secara tepat ketika suatu kejadian membutuhkan tambahan personel maupun sarana pemadaman.
"Melalui koordinasi yang terintegrasi ini, sumber daya yang tersedia dapat dimobilisasi berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan," ungkapnya.
“Penanganan karhutla membutuhkan kecepatan respons dan dukungan sumber daya yang memadai. Karena itu, koordinasi dan sinergi antara Satgas, pemerintah daerah, aparat, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat menjadi sangat penting. Ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat, dukungan personel, kendaraan, pompa, mobil tangki, peralatan pemadaman maupun sarana pendukung lainnya dapat dikoordinasikan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.” sambung Yohanes Ontot.
Sementara itu Presiden Direktur PT Finnantara Intiga Octavianus Butar Butar mengatakan, pihaknya selain menyiapkan sumber daya operasional, PT Finnantara Intiga juga memberikan dukungan tanggap darurat dalam bentuk pembiayaan operasional, pengerahan personel, logistik, penggunaan dan mobilisasi peralatan, serta kebutuhan penanganan lainnya kepada Pemkab Sanggau. Total dukungan tanggap darurat yang disiapkan perusahaan berupa 10 set peralatan pemadam lengkap
"Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu memastikan kebutuhan penanganan di lapangan dapat dipenuhi secara cepat, termasuk ketika terjadi kondisi yang membutuhkan tambahan sumber daya dan dukungan operasional,"ujarnya
“Kami menyadari bahwa pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, PT Finnantara Intiga terus memperkuat kesiapan personel dan sarana prasarana sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Dalam kondisi darurat, kami siap mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dan berkoordinasi dengan pihak terkait sesuai kebutuhan di lapangan.” tambahnya.
Octavianus mengungkapkan, tidak lebih dari sekadar kesiapan peralatan, perusahaan menempatkan kecepatan respons, kesiapan personel, ketersediaan sarana, dan koordinasi sebagai satu kesatuan dalam pengendalian karhutla.
"PT Finnantara Intiga berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, Satgas Pengendalian Karhutla, Manggala Agni, TNI, Polri, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan di sekitar wilayah operasional, serta pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat pencegahan, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memastikan pengerahan sumber daya dan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan sesuai kebutuhan di lapangan," pungkas Presiden Direktur Pt Finnantara Intiga.
Bupati Sanggau Yohanes Ontot juga mengapresiasi dukungan dunia usaha dalam penanganan Karhutla, termasuk bantuan 10 unit mesin pemadam kebakaran dari PT Finantara Intiga, serta kontribusi positif dari PT ASP dan PT PLN Indonesia Power UBP Sanggau.
Melalui apel gelar pasukan tersebut, seluruh unsur diharapkan semakin siap dan solid dalam menghadapi ancaman Karhutla serta bersama-sama mewujudkan Kabupaten Sanggau yang tangguh terhadap bencana. (Dit)