?SINGKAWANG, SP - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di wilayah Kota Singkawang hingga Sabtu (29/8) sudah mencapai seluas 37,27 hektar.
"Luasan ini mencakup di jalan akses menuju Bandara khususnya Jembatan 12, 13, 14 Kelurahan Sedau Kecamatan Singkawang Selatan seluas 5 hektar. Namun yang berhasil dipadamkan baru sekitar 1,5 hektar," kata Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan XI/Singkawang, Yuyu Wahyudin, Senin (31/8).
Kemudian di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan dengan akumulasi area terbakar mencapai 12,77 hektar.
Namun, tim telah memadamkan sekitar 7,1 hektar lahan menggunakan sumber air kanal terdekat.
Selanjutnya, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara dengan total akumulasi area terbakar sekitar 19,5 hektar dan berhasil dipadamkan seluas 15 hektar.
"Dalam melakukan upaya pemadaman, tim gabungan mengerahkan tujuh mesin pompa air serta armada pemadam dari Kodim 1202 untuk membendung penyebaran api," ujarnya.
Dari total luasan tersebut, tim pemadam gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 23,6 hektar.
?Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang bersama personel lintas instansi dari unsur TNI, Polri, BPBD Kota Singkawang, Perangkat Kecamatan/Kelurahan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) serta BPKS untuk mengendalikan pergerakan api agar tidak mendekati kawasan pemukiman dan perkebunan warga.
?Menurutnya, tim di lapangan menghadapi kendala berat akibat karakteristik lahan gambut yang tertutup vegetasi semak belukar dan pakis yang mengering.
"Karakteristik ini memicu timbulnya kebakaran bawah permukaan/gambut.
?Selain itu, faktor cuaca berupa hembusan angin kencang berkecepatan 18 hingga 22 kilometer per jam mempercepat penjalaran api di atas permukaan serta memunculkan titik-titik api baru (firespot)," ungkapnya.
?Untuk mencegah penjalaran yang lebih luas, tim menerapkan teknik penyekatan dengan memotong jalur api.
"Karena kondisi api belum sepenuhnya padam, operasi pemadaman darat dipastikan akan kembali dilanjutkan pada esok hari," jelasnya. (rud)