SINGKAWANG, SP - Pemerintah Kota Singkawang menggelar doa lintas agama bertema “Bersatu dalam Doa, Bergerak untuk Bumi Singkawang Bebas Asap dan Karhutla” di Basement Kantor Wali Kota Singkawang.
Doa bersama ini menjadi ikhtiar spiritual di tengah kepungan asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah Kota Singkawang.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu, serta tokoh masyarakat. Mereka bersatu memanjatkan doa agar hujan segera turun dan kondisi Kota Singkawang kembali pulih.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, karhutla telah berlangsung selama berminggu-minggu dengan sedikitnya 12 titik yang menjadi perhatian penanganan.
Berbagai upaya pemadaman telah dilakukan, namun kondisi di lapangan masih membutuhkan penanganan bersama.
“Dari sisi udara atau ISPU, kondisi udara kita sudah tidak sehat. Dari sisi pendidikan, kita meliburkan anak-anak sekolah secara tatap muka dan saat ini pembelajaran dilakukan secara daring,” kata Tjhai Chui Mie.
Dampak karhutla juga merembet ke sektor ekonomi. Aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang terganggu akibat kondisi cuaca dan asap, sehingga akses masyarakat untuk bepergian keluar daerah maupun menuju Singkawang ikut terdampak.
“Dampaknya dirasakan dari sisi ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Harapan kita satu-satunya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya yakin dan percaya dengan kekuatan doa bersama dan ikhtiar bersama, Tuhan pasti mendengarkan dan mengabulkan doa-doa yang disampaikan para tokoh agama, termasuk memohon hujan,” ujarnya.
Dia menegaskan, doa harus berjalan beriringan dengan ikhtiar. Pemkot bersama TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BPKS dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus melakukan pemadaman dengan pola pengepungan titik api.
“TNI sudah membuka tiga sumur bor. Kalau diperlukan, kita akan membuka lagi. Kita juga akan membuat saluran agar api tidak merambat dari satu lahan ke lahan lainnya,” ungkapnya.
Dia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang ikut bergerak membantu pemadaman. Sejumlah warga dan pihak swasta turut menyuplai air, sementara beberapa sumur bor di sekitar akses Bandara Singkawang juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasi pemadaman.
“Banyak masyarakat yang tergerak. Ada yang menyuplai air, ada yang ikut menyemprot. Ini menjadi kebanggaan kita karena masyarakat ikut bergerak,” katanya.
Pemkot Singkawang juga telah membentuk posko penanganan karhutla di Singkawang Selatan, Singkawang Utara, serta posko pusat di Kantor Wali Kota Singkawang.
"Pemantauan dan koordinasi dilakukan secara berkelanjutan melalui tim gabungan," jelasnya.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Muhlis mengatakan pihaknya telah mengimbau seluruh masjid untuk mendoakan turunnya hujan dalam khutbah dan pelaksanaan salat Jumat. Kemenag juga turun langsung mengedukasi masyarakat dengan membagikan masker di sejumlah persimpangan jalan.
“Ini salah satu usaha kita untuk bekerja sama dan membantu Pemerintah Kota Singkawang. Mudah-mudahan hujan segera turun,” katanya.
Muhlis menambahkan, MUI Kota Singkawang dijadwalkan kembali melakukan rapat pada 1 September apabila hujan belum juga turun untuk membahas kemungkinan pelaksanaan salat Istisqa’.
Namun, ia berharap rapat tersebut tidak perlu dilakukan karena hujan segera mengguyur Singkawang.
“Mudah-mudahan malam ini hujan turun. Kalau hujan turun, kita tidak perlu melaksanakan salat Istisqa,” ujarnya. (rud)