SINGKAWANG, SP - Hingga kini sekitar 13,5 hektare lahan gambut yang berlokasi di Jalan Senen, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara terbakar.
"Upaya penanganan kebakaran lahan di lokasi ini masih terus dilakukan secara intensif," kata Kasi Humas Polres Singkawang, Iptu Hidayatno, Kamis (27/8).
Hari ini merupakan hari ke enam pemadaman dan pendinginan.
Sebabyak 51 personel gabungan di kerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan meluas ke area sekitar.
"Puluhan personel gabungan ini antaralain, Polres Singkawang, Polsek Singkawang Utara, Koramil 1202-03/Singkawang, Daops Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Kelurahan Naram, Sungai Rasau, dan Sungai Bulan," ujarnya.
Dengan penuh semangat, mereka bersama-sama menyisir kawasan lahan gambut yang terbakar untuk menemukan dan memadamkan titik api yang masih tersisa.
Kondisi lahan gambut yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan perhatian dan ketelitian ekstra karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menimbulkan asap maupun titik api.
"Selain pemadaman dari darat, upaya penanganan juga diperkuat dengan dukungan helikopter water bombing yang melakukan penyiraman dari udara," ungkapnya.
Dari darat, katanya, petugas menggunakan sejumlah mesin pompa air untuk menyemprotkan air ke area yang masih mengeluarkan asap. Sumber air berupa kanal atau parit di sekitar lokasi dimanfaatkan untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.
Meskipun api secara umum telah berhasil dikendalikan setelah dilakukan pemadaman intensif selama lima hari sebelumnya, petugas masih menemukan beberapa titik api kecil dan kepulan asap.
"Kondisi tersebut membuat personel terus melakukan penyisiran, pemantauan, serta pendinginan secara berkala guna memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Penyebab kebakaran hingga saat ini juga masih belum dapat diketahui secara pasti," jelasnya.
Kegiatan penanganan Karhutla akan terus dilanjutkan hingga seluruh titik api dan bara benar-benar padam serta lokasi dinyatakan aman.
Polres Singkawang bersama TNI, Manggala Agni, MPA dan seluruh unsur terkait juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Upaya bersama ini menjadi bentuk kepedulian untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari ancaman Karhutla. (rud)