SINGKAWANG, SP - Musim kemarau yang berlangsung beberapa pekan terakhir berdampak pada meningkatnya kejadian kebakaran lahan di wilayah Kota Singkawang.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi yang terbakar.
Kapolsek Singkawang Selatan, IPTU Dian Edi Sarwono, menyampaikan bahwa di wilayah hukumnya sudah terpantau sebanyak 11 titik api. Sebagian besar titik tersebut berada di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan.
"Disamping melakukan pemadaman, kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk sementara ini jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Karena hal tersebut dapat berpotensi terjadi kebakaran lahan yang akibatnya dapat menimbulkan kabut asap sehingga mengganggu pernafasan," pesannya, Selasa (25/8).
Hingga saat ini, personel Polsek Singkawang Selatan bersama TNI, BPBD, relawan, dan warga setempat masih terus berada di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak terjadi bara yang berpotensi menyala kembali.
Proses pemadaman dilakukan secara intensif mengingat kondisi lahan yang kering serta angin yang cukup kencang di beberapa titik, sehingga rawan memicu penyebaran api ke area sekitarnya.
Dia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam membuka lahan. Membakar lahan saat kondisi cuaca kering sangat berisiko dan dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kabut asap yang mengganggu kesehatan hingga pencemaran udara.
"Kami memahami kebutuhan masyarakat dalam mengelola lahan, namun mari kita cari cara lain yang lebih aman dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia, bisa terganggu jika kabut asap kembali pekat," tambahnya.
Pihaknya juga mengingatkan bahwa setiap tindakan pembakaran lahan sembarangan dapat berhadapan dengan hukum. Sanksi tegas akan diberikan kepada siapa saja yang terbukti sengaja membakar lahan.
Ke depan, Polsek Singkawang Selatan bersama instansi terkait akan terus meningkatkan patroli dan sosialisasi mengenai rawan kebakaran.
"Tujuannya agar masyarakat lebih waspada dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan," ungkapnya.
Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor apabila melihat titik api baru melalui call center kepolisian, BPBD, atau pihak kelurahan terdekat, agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
"Dengan kerja sama antara aparat dan warga, diharapkan kebakaran lahan di Singkawang Selatan dapat diminimalisir, sehingga udara tetap bersih dan aktivitas masyarakat tidak terganggu," harapnya. (rud)