Bengkayang post author Kiwi 24 Agustus 2026

Peringatan Orang Asal Sedunia Perkuat Identitas Dayak di Borneo

Photo of Peringatan Orang Asal Sedunia Perkuat Identitas Dayak di Borneo

Bengkayang,SP- Peringatan Orang Asal Sedunia yang digelar di Kandazan Dusun Cultural Asosiation (KDCA) Kinabalu Sabah, Malaysia pada 21-23 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Dayak dari tiga negara di Pulau Borneo untuk memperkuat identitas, solidaritas, dan hubungan kekeluargaan.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan masyarakat Dayak dari Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam. Salah satu yang hadir dari Indonesia adalah Kepala Banua Lumar sekaligus anggota komunitas masyarakat Dayak, Esidorus, yang mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari perwakilan komunitas Dayak di Borneo.

Esidorus mengatakan peringatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Dayak lintas negara untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi serta mencari solusi secara bersama.

"Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat identitas, solidaritas, dan kekeluargaan sesama orang asal atau masyarakat asli penghuni Pulau Borneo. Selain itu, kami juga membahas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Dayak," katanya.

Menurut dia, pertemuan masyarakat Dayak dari tiga negara tersebut penting untuk menjaga hubungan persaudaraan yang telah terjalin secara turun-temurun. Meskipun terbagi dalam wilayah administrasi negara yang berbeda, masyarakat Dayak tetap memiliki keterikatan dalam hal sejarah, budaya, adat istiadat, dan identitas.

Selain memperkuat hubungan antarkomunitas, kata Esidorus, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan budaya dan adat istiadat Dayak agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Dayak di tingkat global, sehingga keberadaan, budaya, dan nilai-nilai masyarakat Dayak semakin dikenal," ujarnya.

Esidorus mengatakan Borneo Dayak Forum (BDF) menjadi salah satu wadah pergerakan masyarakat Dayak di kawasan Borneo. Forum tersebut setiap tahun mendorong pelaksanaan peringatan Orang Asal Sedunia serta berbagai forum lain yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Dayak.

Menurut dia, penguatan identitas budaya perlu dilakukan bersamaan dengan peningkatan kapasitas generasi muda. Hal itu antara lain dilakukan melalui pendidikan adat, seperti yang telah dikembangkan di Sabah untuk memberikan pemahaman kepada generasi Dayak mengenai budaya dan adat istiadat mereka.

"Identitas harus tetap dijaga, persatuan harus diperkuat, tetapi kita juga harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar generasi Dayak dapat menghadapi perkembangan zaman," katanya.

Sementara itu, Presiden Borneo Dayak Forum (BDF), Dr. Jefrey G. Kitingan, mengatakan perbedaan batas wilayah negara tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat Dayak untuk terus menjalin hubungan dan memperkuat persaudaraan.

"Meskipun kita dibatasi oleh sempadan atau batas, namun hal itu tidak menghalangi untuk menjalin silaturahmi serta memperkuat identitas sebagai bangsa Dayak," katanya.

Ia berharap hubungan masyarakat Dayak di Malaysia, Indonesia, dan Brunei Darussalam terus diperkuat melalui berbagai kegiatan bersama, sehingga persatuan, budaya, dan identitas masyarakat Dayak di Pulau Borneo tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.(nar)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda