Bengkayang post author Kiwi 21 Agustus 2026

50 Unit Ruko di Sungai Duri Terbakar, Kerugian Ditafsirkan Rp70 miliar

Photo of 50 Unit Ruko di Sungai Duri Terbakar, Kerugian Ditafsirkan Rp70 miliar

Bengkayang,SP- Kerugian materiil akibat kebakaran yang melanda kawasan Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (20/8) malam diperkirakan mencapai Rp70 miliar.

Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan nilai kerugian tersebut masih merupakan perkiraan sementara, mencakup 50 unit bangunan/ruko beserta berbagai barang dagangan dan harta benda yang ikut terbakar.

“Kerugian materiil sementara diperkirakan kurang lebih Rp70 miliar, terdiri atas 50 unit bangunan atau ruko serta sembako, barang elektronik dan barang berharga lainnya,” kata Syahirul Awab di Bengkayang, Jumat.

Ia mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 18.30 WIB pada Kamis setelah warga mengetahui adanya api dari salah satu ruko di kawasan Pasar Sungai Duri, Jalan Wiraguna, Dusun Suka Damai, Desa Sungai Duri.

Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Sungai Raya, Pemerintah Desa Sungai Duri, dan petugas pemadam kebakaran. Proses pemadaman selanjutnya melibatkan pemadam kebakaran swadaya bersama masyarakat serta personel TNI-Polri.

Syahirul mengatakan sebanyak 33 unit kendaraan pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah dikerahkan untuk menjinakkan api. Bantuan datang dari Kabupaten Bengkayang, Singkawang, Mempawah, hingga wilayah lainnya.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.10 WIB oleh gabungan tim pemadam kebakaran,” ujarnya.

Selain petugas pemadam, sebanyak 77 personel TNI-Polri turut dikerahkan untuk membantu pemadaman, pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, serta membantu warga mengamankan barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Kapolres mengatakan kebakaran menghanguskan 50 unit bangunan yang terdiri atas ruko, toko, warung, gudang, hingga rumah pribadi. Sejumlah bangunan di antaranya merupakan tempat usaha sembako, elektronik, perabot rumah tangga, toko bangunan, toko emas, apotek, bengkel, warung kopi, dan usaha lainnya.

“Bangunan yang terbakar berada dalam posisi saling berdekatan sehingga api cepat membesar dan menyebar. Sebagian besar bangunan juga terbuat dari kayu dan merupakan bangunan lama,” katanya.

Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Fendi (33) sempat mendapat perawatan di RS Rubini Mempawah karena mengalami sesak napas setelah menghirup asap dan sempat pingsan. Tidak ditemukan luka pada korban.

Syahirul mengatakan polisi telah melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi serta memasang garis polisi untuk mempertahankan kondisi tempat kejadian perkara. Petugas juga melakukan pendinginan terhadap puing-puing bangunan guna memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Terkait penyebab kebakaran, Kapolres mengatakan hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran.

“Tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang menyebabkan kebakaran sehingga perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Polisi juga akan berkoordinasi dengan PLN terkait normalisasi jaringan listrik setelah proses penanganan kebakaran serta dengan pihak terkait untuk membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berkoordinasi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah kecamatan dan desa untuk menyiapkan posko keamanan dan bantuan bagi warga terdampak kebakaran di Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya.

Kepala BPBD Kabupaten Bengkayang Dwi Berta mengatakan, posko tersebut disiapkan untuk membantu penanganan pascakebakaran, termasuk mendukung kebutuhan warga yang terdampak serta menjaga kondisi di lokasi kejadian.

“Koordinasi dengan provinsi. Nanti dari kecamatan dan desa membuka posko keamanan dan bantuan,” kata Dwi Berta di Bengkayang, Jumat.

Ia mengatakan berdasarkan pendataan awal, kebakaran yang melanda kawasan pertokoan tersebut berdampak pada sekitar 50 pintu atau unit ruko.

39 Kepala Keluarga Terdampak

Kades Sungai Duri Hariyanto mengatakan, warga yang terdampak kebakaran tersebut sebanyak 39 kepala keluarga yang terdiri dari lansia 22 orang, balita 12 orang dan dewasa 85 orang.

"Total ada 119 orang yang terdiri dari dua rukun tetangga (RT) yakni RT 01 dan RT 02," ujarnya.

Heriyanto mengatakan Pemerintah Desa Sungai Duri juga telah menyiapkan posko di aula desa untuk mendukung penanganan warga terdampak. Selain itu, Bupati Bengkayang bersama BPBD dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pascakebakaran.

Ia mengatakan penyebab maupun sumber api hingga kini belum diketahui. Berdasarkan informasi awal yang diterima dari masyarakat, api diduga pertama kali terlihat dari salah satu ruko yang berada di bagian tengah deretan bangunan.

“Sumber api belum diketahui. Informasi dari masyarakat, api berasal dari bagian tengah deretan ruko yang terbakar, tetapi belum diketahui asal maupun penyebabnya,” katanya.

Menurut Heriyanto, kobaran api dengan cepat meluas karena kawasan pertokoan memiliki bangunan yang saling berdekatan. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan dukungan personel dan armada pemadam dari sejumlah wilayah.

Sekitar 60 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Bantuan datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Sambas, Pemangkat, Selakau, Singkawang, Sungai Jawi, Wasu, hingga wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

BPBD bersama pemerintah kecamatan dan desa selanjutnya melakukan penanganan terhadap warga terdampak, termasuk melalui pendirian posko keamanan dan bantuan serta koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memastikan kebutuhan pascakebakaran dapat ditangani.(nar)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda