Ponticity post author elgiants 20 Agustus 2026

Yusuf Siapkan Transformasi Besar STIS Syarif Abdurrahman Jadi IAI, Meniti Karier dari Asisten Dosen ke Kursi Ketua

Photo of Yusuf Siapkan Transformasi Besar STIS Syarif Abdurrahman Jadi IAI, Meniti Karier dari Asisten Dosen ke Kursi Ketua PIMPIN STIS - Setelah 14 tahun meniti karier dari asisten dosen hingga Wakil Ketua I, Yusuf kini memimpin STIS Syarif Abdurrahman dan membawa misi transformasi menjadi IAI.

PONTIANAK, SP - Perjalanan panjang selama 14 tahun di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Syarif Abdurrahman Pontianak mengantarkan Yusuf ke posisi tertinggi sebagai Ketua STIS Syarif Abdurrahman periode 2026-2030.

Setelah 14 tahun meniti perjalanan dari asisten dosen hingga Wakil Ketua I, Yusuf kini memasuki babak baru sebagai Ketua STIS Syarif Abdurrahman. Pengalaman panjang tersebut menjadi modal untuk membawa kampus menuju transformasi menjadi IAI Syarif Abdurrahman.

Yusuf resmi dilantik sebagai Ketua STIS Syarif Abdurrahman setelah ditetapkan melalui hasil rapat senat pada 6 Agustus 2026. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin Ketua Yayasan Al Madani Syarif Abdurrahman, M. Husain Hamzah.

Prosesi pelantikan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat Muhajirin Yanis, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Ruslan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya Ekhsan serta sejumlah stakeholder lainnya.

Bagi Yusuf, jabatan tersebut merupakan puncak dari perjalanan panjang yang dimulainya sejak 14 tahun lalu di lingkungan STIS Syarif Abdurrahman.

Ia mengawali karier sebagai asisten dosen. Dari posisi tersebut, perjalanan Yusuf berlanjut dengan dipercaya menjalankan sejumlah tugas, mulai dari operator, sekretaris program studi, ketua program studi hingga Wakil Ketua I.

Berbagai posisi tersebut dijalani secara bertahap hingga akhirnya ia dipercaya memimpin STIS Syarif Abdurrahman.

“14 tahun di STIS Syarif Abdurrahman memberikan pelajaran. Saya belajar bahwa jabatan selalu datang dan pergi, tetapi khidmat dan pengabdian itu kekal dan abadi,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, pengalaman selama 14 tahun tidak hanya menjadi perjalanan karier, tetapi juga proses belajar memahami institusi dan membangun pengabdian.

Kini, setelah melalui berbagai jenjang tugas tersebut, ia mendapat amanah untuk memimpin kampus dengan hampir 500 mahasiswa.

Sebagai ketua baru, Yusuf tidak ingin kepemimpinannya hanya meneruskan rutinitas. Ia membawa agenda besar untuk melakukan transformasi kelembagaan STIS Syarif Abdurrahman menjadi Institut Agama Islam (IAI) Syarif Abdurrahman.

Menurutnya, transformasi tersebut bukan sebatas perubahan nama maupun bentuk kelembagaan, tetapi perubahan orientasi kampus.

“Kita punya mimpi besar, transformasi STIS Syarif Abdurrahman menjadi Institut Agama Islam Syarif Abdurrahman. Ini perubahan haluan, dari tempat mengajar menjadi tempat menumbuhkan,” jelasnya.

Ia ingin kampus menjadi ruang yang mampu menumbuhkan mahasiswa, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan maupun karakter.

Untuk mewujudkan agenda tersebut, Yusuf menyadari dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan. Ia mengajak civitas akademika dan stakeholder membangun kampus melalui kolaborasi dan integrasi.

“Saya berdiri di sini untuk meminta bantuan dan kerja sama semua pihak. Mari bersama kita membangun kampus ini dengan kolaborasi dan integrasi,” ungkapnya.

Yusuf juga menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah soal posisi, melainkan amanah untuk memberikan manfaat.

“Jabatan bukan mahkota untuk dibanggakan, melainkan untuk menjadi perantara memudahkan orang lain,” tuturnya.

Ia bahkan berkomitmen memulai perubahan dari dirinya sendiri sebelum mengajak orang lain berubah.

“Sebelum saya ingin melakukan perubahan, izinkan saya untuk menjadi orang yang pertama untuk berubah menjadi lebih baik,” katanya.

Bagi Yusuf, jabatan tersebut bukan akhir dari perjalanan, melainkan amanah baru untuk melanjutkan pengabdian dan membawa institusi tumbuh lebih besar. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda