Bengkayang,SP – Upaya yang dilakukan untuk memperkuat dan memperbaiki kualitas pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia terus dilakukan melalui pembaruan dan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Institut Shanti Bhuana melaksanakan program pemberdayaan guru di SDN 09 Rangkang, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, dengan jumlah guru kelas yang ikut berpartisipasi sebanyak 19 orang. Kepala Sekolah Dasar 09 Rangkang, Ibu Erlin, S.Pd.,M.Pd juga membersamai kegiatan ini hingga selesai.
Program bertajuk “Pemberdayaan Guru di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia melalui Pengembangan E-Modul Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence dan Integrasi Kearifan Lokal” ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Tim Pengabdian ini terdiri dari Ibu Margaretha Lidya Sumarni, S.Pd.,M.Pd., selaku ketua tim dengan anggota Bapak Siprianus Jewarut, S.Pd.,M.Pd.,dan Ibu Noviyanti P. Anggota mahasiswa terdiri dari Desi dan Patrik Koren, keduanya mahasiswa ini berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Kegiatan ini terlaksana melalui langkah-langkah yang telah direncanakan oleh tim pengabdian, diawali dengan analisis kebutuhan, pemetaan literasi digital guru, pelatihan AI edukatif, pengembangan e-modul, praktik terbimbing, dan implementasi pembelajaran di kelas.
Keunikan dari program ini terletak pada integrasi kearifan lokal dalam pengembangan e-modul. Lingkungan, budaya, dan potensi lokal dimanfaatkan sebagai sumber belajar sehingga teknologi digital tidak menghilangkan konteks budaya, akan tetapi menjadi perantara untuk memperkenalkan dan menguatkan nilai-nilai lokal dalam proses pembelajaran.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung perubahan dan transformasi pendidikan di wilayah perbatasan. Pemanfaatan AI dipadukan dengan kearifan lokal diharapkan dapat menghadirkan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di wilayah perbatasan.(nar)