Ponticity post author Kiwi 19 Agustus 2026

Bruder Steph FRKP Kehilangan Sahabat, Duka di Belantara Seni Dayak: Selamat Jalan Kristian Mara, Maestro Sape’ dan Penjaga Jiwa Tradisi

Photo of Bruder Steph FRKP Kehilangan Sahabat, Duka di Belantara Seni Dayak: Selamat Jalan Kristian Mara, Maestro Sape’ dan Penjaga Jiwa Tradisi

PONTIANAK, SP - Duka mendalam kembali menyelimuti belantika seni, budaya, dan komunitas masyarakat Dayak di Kalimantan Barat (Kalbar).

Pada Rabu (19/8/2026) pukul 18.22 WIB, sosok seniman bersahaja dan maestro musik tradisi, Bapak Kristian Mara, telah berpulang ke pangkuan Allah Bapa di Surga.

Kepergian sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk pelestarian musik Dayak ini meninggalkan rasa kehilangan yang teramat besar bagi keluarga, seluruh Umat Kuasi Paroki St. Petrus Canisius, serta segenap sahabat yang mengenal dekat perjalanannya.

Almarhum dikenal luas sebagai figur penting dalam menjaga denyut nadi kebudayaan Dayak, khususnya tradisi Dayak Jangkang, Sanggau.

Tak sekadar seorang pemetik Sape’ yang mahir memadukan nada-nada bernyawa, Kristian Mara adalah seniman sejati berjiwa utuh: pencipta lagu, penggarap musik, hingga pengrajin mahir yang melahirkan berbagai alat musik tradisional seperti Sape' dan Gong langsung dari jemari terampilnya.

Lebih dari sekadar berkarya untuk diri sendiri, ia menaruh perhatian besar pada regenerasi dengan tekun mengenalkan dan mengajarkan seni Sape’ kepada anak-anak muda di Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP).

Pendiri sekaligus Ketua FRKP, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya sang sahabat.

Bagi Bruder Stephanus, sosok Kristian Mara adalah teladan kebaikan dan kesederhanaan yang nyata dalam tindakan sehari-hari.

"Satu lagi sahabatku menghadap Sang Khalik... Kristian Mara, sosok yang sangat baik dan bersahaja. Seorang seniman Dayak yang tidak hanya pandai memetik Sape', tetapi juga menciptakan instrumennya sendiri dengan penuh kasih. Selamat jalan saudaraku menuju Rumah Keabadian, bersatu dalam imanmu pada Yesus Kristus," kenang Bruder Stephanus penuh haru.

Jejak kenangan indah dan unik juga membekas kuat di ingatan para rekan seperjuangan yang pernah berproses bersama almarhum di Sanggar Bengkawan, Betang Sutoyo.

Tien Andjioe, keponakan Bruder Stephanus yang juga pernah satu sanggar dengan almarhum, mengenang sosok Kristian Mara sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi, rendah hati, dan tak pernah mengeluh demi kecintaannya pada seni.

"Kenangan manis yang tak pernah terlupakan adalah kesederhanaan beliau. Dulu, setiap kali ada jadwal latihan di sanggar Betang Sutoyo, Bang Mara selalu mengayuh sepeda dari rumahnya di kawasan Ayani 2. Kadang beliau mengayuh sendiri, dan tak jarang membonceng istri serta anaknya. Sepeda itu adalah saksi bisu perjuangan beliau untuk seni," tutur Tien.

Tien juga mengenang momen-momen penuh kesan saat masa-masa awal latihan di sanggar, di mana kawasan sekitar tempat tinggal almarhum masih berupa hutan belantara.

Suatu malam, usai latihan menari, mereka harus mengambil alat musik ke rumah almarhum dan sempat berjumpa dengan fenomena hantu obor api yang menakutkan. Di tengah kepanikan itu, ketenangan dan sikap mengayomi dari almarhum membuat suasana menjadi tenang.

"Kata Bang Mara, hal-hal seperti itu sudah biasa di sana, jadi tidak perlu takut atau lari. Beliau selalu bisa menenangkan kami," kenangnya dengan penuh kehangatan.

Kini, kehangatan, pengabdian, dan ketulusan Kristian Mara telah beristirahat dalam damai. Meski raga telah mendahului menuju Rumah Keabadian, dentang lembut Gong dan petikan merdu nada Sape’ buatan tangannya akan terus bergema sebagai warisan abadi bagi generasi penerus kebudayaan Dayak.

“Selamat jalan, Bang Mara. Seluruh karya, kebaikan, dan kenangan unik yang engkau goreskan akan senantiasa hidup dan terpatri di hati kami. Doa kami menyertai perjalananmu, dan semoga keluarga besar yang ditinggalkan senantiasa dianugerahi ketabahan, kekuatan, serta penghiburan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Rest in Peace. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda