Bengkayang post author Kiwi 21 Agustus 2026

Grand Launching Indonet, Bupati Dorong untuk Pemerataan Internet Bengkayang

Photo of Grand Launching Indonet, Bupati Dorong untuk Pemerataan Internet Bengkayang

Bengkayang ,SP- Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, mendorong kehadiran penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) lokal untuk mempercepat pemerataan akses internet hingga wilayah pelosok dan desa yang masih mengalami blank spot.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis saat menghadiri grand launching PT Telekomunikasi Indo Prima (Indonet) di Kabupaten Bengkayang, Jumat (21/8).

Sebastianus mengatakan kehadiran Indonet sebagai ISP lokal diharapkan tidak hanya memperluas pilihan layanan internet bagi masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah daerah mengatasi keterbatasan jaringan di sejumlah wilayah.

"Daerah kita perlu internet supaya pembangunan telekomunikasi berjalan dengan baik, karena masih banyak daerah blank spot," kata Bupati Darwis.

Ia mengatakan akses internet kini menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pelayanan pemerintahan, pendidikan, perekonomian, hingga digitalisasi keuangan masyarakat. Karena itu, pengembangan jaringan perlu diarahkan ke wilayah yang belum terlayani.

Menurut Bupati, sejumlah desa selama ini berupaya menghadirkan akses internet secara mandiri melalui jaringan Wi-Fi maupun perangkat seperti Starlink. Namun, upaya tersebut perlu diperkuat melalui kerja sama dengan penyedia jasa internet dan pemerintah daerah.

"Makanya saya bilang kepada owner PT Indonet, tinggal didekati pemerintah-pemerintah desa melalui Dinas PMD. Kerja sama atau MOU dulu," ujarnya.

Bupati Darwis juga mengapresiasi kehadiran ISP yang didirikan dan dikelola putra daerah Bengkayang. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan sumber daya manusia daerah memiliki kemampuan untuk berinovasi dan bersaing dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

Ia berharap Indonet dapat memprioritaskan wilayah yang masih mengalami blank spot sebelum memperluas layanan ke kawasan yang telah memiliki jaringan.

"Di daerah kita masih banyak blank spot. Bahkan di kantor Bupati Bengkayang sendiri masih ada ruangan yang sulit mendapatkan jaringan," katanya.

Pemkab Bengkayang berharap kolaborasi dengan Indonet, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat dapat mempercepat pengurangan wilayah blank spot sekaligus memperkuat konektivitas digital sebagai bagian dari pembangunan daerah.


Sementara itu, Direktur PT Telekomunikasi Indo Prima Petrus Mustafa mengatakan, Indonet hadir untuk memberikan layanan internet lokal sekaligus membantu memperluas konektivitas di Kabupaten Bengkayang.

Ia mengatakan perusahaan tersebut telah menjalani uji laik operasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital pada 7 Agustus 2026 sebagai bagian dari pemenuhan standar penyelenggaraan layanan internet.

"Kami ingin mempersembahkan layanan Indonet sebagai layanan lokal dari Kabupaten Bengkayang. Ini merupakan ISP pertama dari Kabupaten Bengkayang," kata Petrus.

Petrus mengatakan pihaknya memprioritaskan pembangunan jaringan di wilayah yang masih blank spot, terutama desa-desa yang berada di kawasan pelosok dan jalur menuju wilayah transmigrasi.

"Desa-desa yang blank spot, terutama desa yang ada di arah menuju transmigrasi, itu masih blank spot sehingga kami segera mendistribusikan ke blank spot dulu, baru ke arah kota," ujarnya.

Selain pemerataan akses, Petrus mengatakan kehadiran Indonet diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan memberikan ruang bagi sumber daya manusia lokal untuk terlibat dalam pengembangan sektor teknologi dan telekomunikasi di daerah.

Ia mengatakan belum menetapkan target pasti jumlah sambungan hingga akhir 2026 karena perlu menyesuaikan pengembangan jaringan dengan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat.

Petrus juga mengingatkan penyedia layanan Wi-Fi agar memenuhi aspek administrasi, perizinan, dan standar teknis sebelum mendistribusikan layanan kepada masyarakat.

"Kami mengajak kawan-kawan yang Wi-Fi-nya masih belum siap untuk segera menyelesaikan administrasi dan perizinannya, sehingga Wi-Fi yang disalurkan kepada masyarakat benar-benar layak dan memenuhi standar," katanya.

Grand launching Indonet tersebut menjadi langkah awal pengembangan layanan internet lokal di Bengkayang, dengan prioritas perluasan jaringan ke wilayah yang belum terjangkau sebelum pengembangan layanan dilakukan secara lebih luas.(nar)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda