Ponticity post author Kiwi 24 Agustus 2026

Polytron Pontianak International Challenge 2026, 17 Negara Siap Adu Kekuatan di Pontianak

Photo of Polytron Pontianak International Challenge 2026, 17 Negara Siap Adu Kekuatan di Pontianak Sebanyak 17 negara akan berlaga di Polytron Pontianak International Challenge 2026, 25–30 Agustus di GOR Terpadu Ahmad Yani.

PONTIANAK, SP - Kota Pontianak bersiap menjadi pusat perhatian dunia bulutangkis. Sebanyak 17 negara akan ambil bagian dalam Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung 25–30 Agustus 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Turnamen ini menjadi salah satu agenda penting bagi perkembangan bulutangkis di Kalimantan Barat. Selain menghadirkan persaingan atlet internasional, kejuaraan yang masuk kalender resmi Badminton World Federation (BWF) kategori International Challenge ini juga menjadi kesempatan bagi Pontianak untuk memperkenalkan diri sebagai daerah yang mampu menggelar kompetisi olahraga bertaraf internasional.

Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan hasil kolaborasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dan Pengprov PBSI Kalimantan Barat, dengan dukungan Polytron sebagai sponsor utama.

Turnamen ini menyediakan total hadiah sebesar US$20.000 dan menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengumpulkan poin peringkat dunia BWF.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut merupakan bentuk komitmen menghadirkan kompetisi internasional di daerah.

Menurutnya, kejuaraan ini bukan hanya menjadi panggung bagi atlet untuk mengejar prestasi dan poin ranking dunia, tetapi juga diharapkan membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta baru Indonesia.

“Kami merasa bangga dan bersyukur Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan bulutangkis internasional yang masuk dalam kalender BWF,” ujar Yuni.

Ia berharap kehadiran turnamen tersebut memberikan dampak lebih luas, tidak hanya terhadap perkembangan olahraga, tetapi juga pariwisata dan perekonomian daerah.

“Di sisi lain, kami berharap penyelenggaraan turnamen ini memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong perkembangan olahraga, pariwisata, dan perekonomian daerah, sekaligus memperkenalkan Kota Pontianak,” katanya.

Persaingan dipastikan semakin menarik dengan kehadiran peserta dari 17 negara, yakni Indonesia, Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis dan Portugal.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah entri terbanyak. Kehadiran para pemain dari berbagai negara tersebut diharapkan menciptakan persaingan kompetitif sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi para atlet tuan rumah.

Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat, Joko Sularso, mengatakan penyelenggaraan turnamen internasional menjadi momentum penting bagi Kalbar untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah ajang olahraga dunia.

“Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan tamu dari berbagai negara merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan Pontianak dan Kalimantan Barat kepada dunia,” katanya.

Joko berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman dan lancar serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan bulutangkis dan masyarakat Kalimantan Barat.

Sejumlah pemain Indonesia juga akan menjadi perhatian dalam turnamen tersebut. Pada sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, Christian Adinata dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Sementara sektor tunggal putri diperkuat Chiara Marvella Handoyo dan Dalila Aghnia Puteri.

Di sektor ganda putra, Indonesia akan diperkuat Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo.

Untuk ganda putri, terdapat Siti Sarah Azzahra/Velisha Christina, Ester Nurumi Tri Wardoyo/Lanny Tria Mayasari serta Halifia Usni Pratiwi/Selsi Josika.

Sedangkan sektor ganda campuran diisi Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa serta Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana.

Kehadiran para pemain tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi masyarakat Pontianak untuk menyaksikan langsung pertandingan internasional.

Bagi PP PBSI, turnamen di Pontianak juga menjadi bagian dari upaya memperluas penyelenggaraan kompetisi berkualitas ke berbagai daerah. Dengan demikian, para atlet Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan memperoleh pengalaman bertanding di level internasional tanpa harus selalu bertanding di luar negeri.

Dukungan juga datang dari Polytron sebagai sponsor utama. Public Relations Manager Polytron, Kenny Meigar, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung perkembangan olahraga nasional, khususnya bulutangkis.

“Dukungan kami terhadap Polytron Pontianak International Challenge 2026 merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional,” ujarnya.

Masyarakat Pontianak dan sekitarnya juga memiliki kesempatan menyaksikan langsung aksi para pebulutangkis internasional.

Harga tiket Polytron Pontianak International Challenge 2026 dipatok Rp20 ribu, berlaku mulai babak awal hingga final. Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10 ribu.

Tiket dapat dibeli melalui tiket.com maupun secara langsung di Tiket Box GOR Terpadu Ahmad Yani yang dibuka 120 menit sebelum pertandingan dimulai.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di arena, pertandingan semifinal pada Sabtu, 29 Agustus 2026 dan final pada Minggu, 30 Agustus 2026 juga dapat disaksikan melalui siaran langsung iNews TV.

Dengan hadirnya atlet dari 17 negara, Polytron Pontianak International Challenge 2026 tidak sekadar menjadi pertandingan bulutangkis. Ajang ini menjadi kesempatan bagi Pontianak dan Kalimantan Barat untuk menunjukkan bahwa daerah mampu menjadi bagian dari panggung olahraga internasional.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda