PONTIANAK, SP - Kesempatan menyaksikan langsung pertandingan bulutangkis internasional di Kota Pontianak tidak perlu menguras kantong. Masyarakat cukup merogoh kocek Rp20 ribu untuk menyaksikan Polytron Pontianak International Challenge 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani.
Turnamen yang berlangsung 25–30 Agustus 2026 tersebut menghadirkan para pebulutangkis dari 17 negara dan menjadi bagian dari kalender resmi Badminton World Federation (BWF) kategori International Challenge.
Menariknya, harga tiket Rp20 ribu tersebut berlaku sama mulai babak awal hingga babak final. Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10 ribu.
Dengan harga yang relatif terjangkau, masyarakat Pontianak dan sekitarnya berkesempatan menyaksikan langsung persaingan atlet dari berbagai negara tanpa harus pergi ke luar daerah.
Tiket dapat dibeli melalui tiket.com maupun secara langsung di Tiket Box GOR Terpadu Ahmad Yani. Loket pembelian langsung dibuka 120 menit sebelum pertandingan dimulai.
Kehadiran 17 negara membuat turnamen ini dipastikan menyuguhkan persaingan yang menarik. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, terdapat atlet dari Taipei, India, Malaysia, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Korea, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Slovakia, Singapura, Kanada, Amerika Serikat, Prancis dan Portugal.
Sejumlah pemain Indonesia juga akan tampil dan berupaya mengamankan poin ranking BWF. Di antaranya Christian Adinata dan Chico Aura Dwi Wardoyo di sektor tunggal putra, serta sejumlah pasangan ganda putra, ganda putri dan ganda campuran Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak International Challenge 2026, Yuni Kartika, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memberikan sambutan positif terhadap gelaran bulutangkis internasional tersebut.
Menurut Yuni, tingginya antusiasme masyarakat menjadi kebanggaan tersendiri bagi panitia. Terlebih, Pontianak mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah ajang yang masuk dalam kalender resmi Badminton World Federation (BWF).
“Kami berterima kasih, antusias masyarakat sangat baik sekali. Ini kehormatan dan kebanggaan bagi kami bisa melaksanakan turnamen internasional di Kota Pontianak,” ujar Yuni.
Ia menilai penyelenggaraan Polytron Pontianak International Challenge 2026 menjadi momentum penting bagi Kota Pontianak. Kejuaraan tersebut menunjukkan bahwa Pontianak memiliki kesempatan dan kapasitas untuk menjadi tuan rumah berbagai event olahraga bertaraf internasional.
“Dengan ini Pontianak sudah dipercaya menjadi tuan rumah gelaran event internasional,” katanya.
Yuni berharap dukungan masyarakat terus diberikan hingga seluruh rangkaian pertandingan selesai. Menurutnya, kehadiran penonton tidak hanya memberikan semangat kepada atlet yang bertanding, tetapi juga ikut menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih meriah.
Apalagi, turnamen tersebut menghadirkan atlet dari 17 negara dengan persaingan yang memperebutkan poin ranking BWF.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung pertandingan, panitia menyediakan tiket dengan harga terjangkau, yakni Rp20 ribu yang berlaku mulai babak awal hingga final. Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10 ribu.
Turnamen ini sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat Kalimantan Barat untuk merasakan atmosfer pertandingan bulutangkis internasional secara langsung.
Bagi yang tidak dapat hadir ke GOR Terpadu Ahmad Yani, pertandingan semifinal pada Sabtu, 29 Agustus 2026, dan final pada Minggu, 30 Agustus 2026, juga dapat disaksikan melalui siaran langsung iNews TV.
Dengan tiket Rp20 ribu, masyarakat kini memiliki kesempatan menyaksikan aksi pebulutangkis internasional sekaligus mendukung atlet Indonesia berlaga di hadapan publik Pontianak.(din)