Ponticity post author elgiants 23 Agustus 2026

Sekolah di Pontianak Kembali Diliburkan, Kabut Asap Kembali Pekat

Photo of Sekolah di Pontianak Kembali Diliburkan, Kabut Asap Kembali Pekat

PONTIANAK, SP - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kembali menyesuaikan aktivitas pembelajaran bagi peserta didik PAUD/TK, SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan mulai Senin (24/8/2026).

Kebijakan tersebut diambil menyusul kualitas udara Kota Pontianak yang belum menunjukkan perbaikan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kesehatan dan keselamatan anak menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil keputusan tersebut.

“Kita sudah mulai meliburkan kembali anak sekolah dari TK sampai SMP. Kalau SMA dan SMK menjadi kewenangan provinsi,” ujar Edi, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan kondisi udara di Pontianak masih belum membaik. Kabut asap juga mulai menimbulkan keluhan kesehatan di tengah masyarakat, terutama warga yang sensitif terhadap gangguan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karena itu, pemerintah memilih mengurangi aktivitas anak di luar ruangan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk kualitas udara.

Ketentuan pembelajaran selama kondisi kabut asap tersebut dituangkan dalam surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Nomor B/400.7.15/1028/DISDIKBUD/2026 tertanggal 21 Agustus 2026.

Surat tersebut ditujukan kepada seluruh kepala PAUD/TK, SD, SMP, dan satuan pendidikan kesetaraan negeri maupun swasta di Kota Pontianak.

Mulai 24 Agustus 2026, satuan pendidikan dapat melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring apabila indeks kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat atau berbahaya.

Sementara pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan apabila kualitas udara telah berada pada kategori sedang.

Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 684/BPBD/TAHUN 2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kabut Asap Kota Pontianak akibat karhutla di Kalimantan Barat Tahun 2026.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak meminta sekolah memastikan pembelajaran jarak jauh tetap berlangsung sesuai jadwal.

Sekolah dapat menggunakan berbagai sarana dan platform pembelajaran yang tersedia, baik secara sinkronus maupun asinkronus, dengan tetap menyesuaikan kondisi serta kemampuan peserta didik.

Koordinasi juga diminta dilakukan antara sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik dan orang tua atau wali murid agar pembelajaran tetap berjalan efektif.

Sekolah juga diminta memperhatikan peserta didik yang memiliki keterbatasan perangkat maupun akses jaringan internet.

Khusus jenjang PAUD/TK, proses pembelajaran dilakukan melalui kolaborasi antara satuan pendidikan dengan orang tua atau wali melalui kegiatan belajar dari rumah.

Pemkot Pontianak juga meminta orang tua berperan aktif mendampingi anak selama pembelajaran jarak jauh.

Orang tua diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kondisi udara belum membaik. Apabila anak terpaksa beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker juga harus diperhatikan.

Kepala satuan pendidikan diminta melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pembelajaran daring. Setiap kendala yang ditemukan juga harus dilaporkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.

Selain sektor pendidikan, Pemkot Pontianak menyiapkan langkah penanganan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Salah satunya melalui Posko Segar yang menyediakan pemeriksaan kesehatan, oksigen gratis hingga bantuan kebutuhan dasar seperti beras, gula dan perlengkapan sehari-hari bagi relawan.

Edi mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.

“Kalau ada warga atau keluarga yang sesak, ayo datang ke Posko Segar. Termasuk di puskesmas dan rumah sakit juga sudah siaga bagi warga yang sensitif terhadap ISPA,” ungkapnya.

Pemkot Pontianak juga telah menyiapkan fasilitas dan anggaran sebagai langkah antisipasi apabila kondisi kabut asap masih berlanjut.

Pemerintah berharap hujan segera turun sehingga kualitas udara membaik dan upaya penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif.

“Kita harapkan segera turun hujan, jadi tidak semakin parah,” pungkas Edi. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda