Ponticity post author Kiwi 22 Agustus 2026

Edukasi Pola Asuh Jadi Kunci Cegah Karies Anak di Siantan Hulu, Kegiatan Pengabmas Dosen Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Pontianak

Photo of Edukasi Pola Asuh Jadi Kunci Cegah Karies Anak di Siantan Hulu, Kegiatan Pengabmas Dosen Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Pontianak

PONTIANAK, SP - Upaya mencegah karies gigi sejak usia dini terus dilakukan Poltekkes Kemenkes Pontianak melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Posyandu Kenanga, Kelurahan Parit Nenas, Kecamatan Siantan Hulu, Pontianak Utara.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Pola Pengasuhan dalam Upaya Mencegah Terjadinya Karies Dini pada Anak Balita” ini menyasar ibu yang memiliki anak balita serta kader Posyandu. Program dilaksanakan dengan menekankan pentingnya peran orang tua, khususnya ibu, dalam membentuk kebiasaan perawatan gigi anak sejak dini.

Ketua tim pengabdian, Sri Rezki, bersama anggota Pawarti dan Halimah, mengembangkan pendekatan promotif dan preventif.

Edukasi diberikan mengenai pola pengasuhan yang mendukung kesehatan gigi dan mulut, dilanjutkan dengan pembelajaran cara menyikat gigi yang benar, penggunaan pasta gigi berfluoride, pemeriksaan karies, pengendalian plak, serta pengolesan fluoride pada gigi anak.

Kegiatan tersebut diikuti 80 ibu beserta anaknya. Usia anak yang mengikuti kegiatan berkisar antara 1 hingga 6 tahun, sedangkan usia ibu berkisar 23–45 tahun. Selain mendapatkan edukasi, para ibu juga diwawancarai mengenai kebiasaan mereka dalam merawat kesehatan gigi anak.

Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar ibu sudah memiliki kebiasaan positif. Sebanyak 74,1 persen ibu selalu mengingatkan anak untuk menyikat gigi, sementara 85,2 persen selalu mendampingi anak saat menyikat gigi. Sebanyak 70,4 persen juga selalu menggunakan pasta gigi berfluoride untuk anak.

Namun, masih ditemukan tantangan dalam membatasi makanan yang berpotensi menyebabkan karies dan melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.
Sebanyak 81,5 persen responden mengaku tidak pernah membawa anak melakukan kontrol rutin ke dokter gigi. Kunjungan ke dokter gigi umumnya dilakukan ketika anak sudah mengeluhkan sakit gigi.

Pemeriksaan kondisi gigi anak juga menunjukkan bahwa masalah karies masih cukup tinggi. Dari pemeriksaan yang dilakukan, jumlah karies rata-rata mencapai sekitar 4,4 gigi per anak, dengan karies pada permukaan posterior menjadi salah satu kondisi yang banyak ditemukan.

Temuan tersebut menjadi alasan pentingnya intervensi yang tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga pada perilaku orang tua.
Menurut tim pengabdian, keberhasilan pencegahan karies anak sangat berkaitan dengan bagaimana orang tua membentuk kebiasaan makan, kebersihan gigi, penggunaan fluoride, serta kebiasaan melakukan pemeriksaan gigi.

Menariknya, kegiatan edukasi yang dilakukan menunjukkan hasil positif. Setelah penyuluhan dan pendampingan, rata-rata pengetahuan ibu meningkat dari 58 menjadi 82, sedangkan nilai indeks plak anak mengalami penurunan dari rata-rata 42 menjadi 26.
Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan pengetahuan ibu sekaligus perbaikan kebersihan gigi anak setelah intervensi.

Edukasi dilakukan secara individu maupun kelompok. Pada kegiatan kelompok, materi juga disampaikan menggunakan media video melalui grup WhatsApp sehingga informasi dapat dipelajari kembali oleh peserta. Kader Posyandu turut dilibatkan agar pesan kesehatan gigi dapat terus diterapkan setelah kegiatan pengabdian selesai.

Tim pengabdian berharap peningkatan pengetahuan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan. Para ibu diharapkan mampu menerapkan pola pengasuhan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan gigi anak secara mandiri. Kader Posyandu juga diberikan modul sebagai bahan pengingat dan pendukung keberlanjutan program.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Posyandu Kenanga, Kelurahan Parit Nenas, Kecamatan Siantan Hulu, Pontianak Utara, dalam periode April–September 2026.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan karies sejak anak masih usia dini.

Pesan utama kegiatan ini sederhana: mencegah gigi berlubang tidak cukup hanya dengan mengajarkan anak menyikat gigi. Kebiasaan sehat harus dibangun melalui pola pengasuhan orang tua yang konsisten sejak anak masih kecil. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda