Ponticity post author elgiants 22 Agustus 2026

K-Pods Merebak, Vape Narkoba Jadi Ancaman Baru di Pontianak

Photo of K-Pods Merebak, Vape Narkoba Jadi Ancaman Baru di Pontianak

PONTIANAK, SP - Peredaran narkotika yang disebut K-Pods mulai menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai penggunaannya di kalangan tertentu di Pontianak.

Produk tersebut disebut menyerupai vape konvensional sehingga cukup sulit dikenali secara kasatmata.

Seseorang yang mengaku mengetahui peredaran K-Pods di Pontianak, “A” (nama samaran), mengatakan istilah K-Pods digunakan di kalangan pengguna untuk menyebut pod yang berisi cairan dengan bahan yang berasal dari zat tertentu.

Menurut A, fenomena K-Pods disebutnya mulai populer di negara tetangga dan kemudian masuk ke Indonesia melalui sejumlah jalur.

“Di kalangan pemakai ini disebutnya K-Pods. Bahan bakunya berbentuk serbuk, kemudian diolah menjadi cairan dan dimasukkan ke dalam pod sehingga penggunaannya seperti vape,” ungkapnya kepada Suara Pemred, Jumat (21/8).

A mengaku pernah melihat langsung lokasi produksi K-Pods di negara tetangga. Ia mengatakan, produk tersebut tersedia dalam beberapa tingkatan dan menyasar pengguna dengan pengalaman berbeda.

Beberapa pengguna, kata dia menyebut efek K-Pods membuat pemakainya seperti zombi atau mayat hidup.

Ia juga menyebut fenomena penggunaan K-Pod relatif baru dan baru berkembang dalam beberapa bulan terakhir di kalangan penggunanya.

“Ini trend di negara tetangga baru sekitar enam bulan yang lalu dan kemudian masuk ke Kalbar,” katanya.

Menurut A, distribusi K-Pods ke Indonesia tidak hanya melalui Kalimantan Barat. Ia menyebut terdapat sejumlah jalur lain yang diduga digunakan untuk memasukkan produk tersebut ke Indonesia.

“Tidak hanya lewat Kalbar. Ada jalur Sumatera lewat Batam, lalu Jambi dan wilayah Kalimantan lainnya seperti Kaltara. Jadi pintu masuknya banyak,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, harga produk tersebut di negara tetangga disebut sekitar 300 ringgit atau sekitar Rp1,2 juta. Sementara ketika beredar di Indonesia, harganya dapat mencapai sekitar Rp2,5 juta.

Narkotika ini juga disebutnya tidak hanya dapat sekali digunakan, namun bisa berkali-kali. hingga cairan “K” tersebut habis.

Namun, A menilai persoalan yang lebih mengkhawatirkan bukan hanya nilai ekonominya, melainkan pola penggunaannya yang disebut semakin sulit diawasi.

“Kalau soal belinya di Pontianak, kita tidak asing di mana. Penyebarannya juga tidak hanya di diskotik. Sekarang bisa digunakan di rumah, hotel, mobil. Ini sangat membahayakan,” katanya.

Menurut dia, karakter K-Pods yang menyerupai perangkat vape membuat produk tersebut sulit dibedakan dari vape konvensional apabila hanya dilihat secara kasatmata.

A juga mengungkapkan pengalaman yang disebutnya terjadi pada pengguna K-Pods. Ia mengatakan efek yang dirasakan pengguna dapat berbeda-beda, termasuk munculnya halusinasi atau ilusi serta rasa mengantuk pada pengguna baru.

“K-Pods ini ilusinya tiga dimensi bahkan empat dimensi. Benda yang diilusikan terasa seperti tiga bahkan empat dimensi. Untuk orang yang baru menggunakan biasanya bisa tertidur,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian pengguna disebut mencampurkan K-Pods dengan zat lain. Menurutnya, pencampuran tersebut dapat meningkatkan efek yang dirasakan pengguna.

Kondisi tersebut dinilai semakin berisiko karena pengguna tidak mengetahui secara pasti kandungan maupun dosis zat yang terdapat dalam produk tersebut.

A menilai karakter fisik K-Pods yang menyerupai vape konvensional menjadi salah satu persoalan yang perlu diwaspadai.

“Di Pontianak sendiri penggunanya sudah mulai banyak. Ini sulit dibedakan antara vape biasa dengan K-Pods,” ujarnya.

Ia menyebut penggunaannya juga tidak lagi terbatas pada tempat hiburan malam. Produk tersebut diklaim dapat digunakan secara tersembunyi di berbagai tempat.

Menurut A, kondisi ini berbeda dengan narkotika yang selama ini identik dengan tempat-tempat tertentu.

“Kalau inex itu jelas di diskotik, kalau ini bisa digunakan di mana-mana,” katanya.

Sebelumnya sempat beredar potongan video yang viral tentang kecelakaan lalu lintas antara pengguna mobil dan motor di Pontianak.

Diduga kuat, pengemudi mobil yang menabrak motor dalam video tersebut sedang berada dalam pengaruh narkotika jenis K-Pod.

Kondisi ini menjadikan indikasi bahwa memang benar penggunaan K-Pod di Pontianak telah merebak dan semakin populer.

Polda Kalbar Bandar K-Pod

Sebelumnya  juga pada 25 Juni 2026, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Barat membongkar jaringan peredaran narkotika berskala besar.

Dalam pengungkapan terbaru, polisi menyita 4,3 kilogram sabu, ribuan butir ekstasi, heroin, cartridge mengandung etomidate yang di pasaran gelap dikenal luas dengan istilah K-Pod, serta uang tunai Rp3,8 miliar yang diduga merupakan hasil bisnis haram narkoba.

Keberhasilan tersebut diungkap dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Ditresnarkoba Polda Kalbar.

Dalam operasi itu, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial DK (41) yang diduga berperan sebagai penampung sekaligus pengedar narkotika dalam jaringan besar.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol. Deddy Supriadi, menegaskan pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan jajarannya.

“Pengungkapan ini merupakan hasil pendalaman intensif tim di lapangan. Tersangka DK kami amankan berdasarkan bukti permulaan yang cukup sebagai penampung dan pengedar,” kata Dedy. (din/jee)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda