BENGKAYANG,SP — Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bengkayang Masa Bakti 2026–2028 resmi dilantik. Kepengurusan baru tersebut menempatkan penguatan pengkaderan, pengembangan kapasitas anggota, serta perluasan akses terhadap program nasional sebagai prioritas organisasi selama dua tahun ke depan.
Ketua Cabang GMKI Bengkayang Masa Bakti 2026–2028 Andika Putra mengatakan pelantikan menjadi awal tanggung jawab kepengurusan untuk memastikan GMKI menjadi ruang pembentukan kader yang memiliki kedalaman iman, kapasitas intelektual, kemampuan kepemimpinan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“Pelantikan bukan akhir dari sebuah proses, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Dua tahun ke depan kami ingin memastikan GMKI Bengkayang menjadi ruang yang serius untuk membentuk kader yang memiliki kedalaman iman, kapasitas intelektual, kemampuan kepemimpinan, serta keberanian untuk mengabdi,” ujar Andika.
Ia menegaskan proses pengkaderan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial dan rutinitas organisasi. Karena itu, BPC GMKI Bengkayang akan mendorong berbagai kegiatan pendidikan, diskusi, pelatihan kepemimpinan, pengembangan minat dan bakat, serta keterlibatan kader dalam persoalan sosial kemasyarakatan.
“Kita ingin pengkaderan yang melahirkan kader, bukan sekadar anggota. Kader GMKI harus mampu berpikir, berbicara, bekerja dan mengambil peran di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Andika, kepengurusan baru menargetkan organisasi yang lebih aktif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Ia berharap keberadaan GMKI Bengkayang tidak hanya dirasakan oleh kader, tetapi juga gereja dan masyarakat.
“Target kami sederhana tetapi strategis: organisasi harus hidup, kader harus bertumbuh, dan keberadaan GMKI harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bengkayang,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah XIV Pengurus Pusat GMKI Steper Vijaye meminta kepengurusan baru menerjemahkan semangat GMKI Future hingga ke tingkat cabang. Menurut dia, GMKI harus menjadi ruang pertumbuhan kader yang mampu menjawab tantangan masa depan, bukan sekadar organisasi dengan aktivitas internal.
Ia mengatakan semangat tersebut diwujudkan melalui konsep GMKI sebagai rumah doa dan rumah talenta. Rumah doa menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan iman, sedangkan rumah talenta menjadi tempat kader menemukan, mengembangkan, dan mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.
“GMKI harus menjadi rumah doa dan rumah talenta. Rumah doa untuk membentuk karakter dan memperkuat iman, serta rumah talenta untuk menemukan, mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi setiap kader,” kata Steper.
Steper juga mendorong kader GMKI Bengkayang memanfaatkan berbagai program dan jejaring yang telah dibangun Pengurus Pusat GMKI, termasuk program GMKI Farm, peluang beasiswa, serta kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi dan mitra strategis.
Ia menilai akses terhadap program nasional tersebut harus dapat dirasakan secara merata oleh kader di daerah. Karena itu, pengurus wilayah dan cabang diminta aktif menyampaikan informasi sekaligus membantu kader memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri.
“Jangan sampai kader di daerah hanya mendengar bahwa ada program, tetapi tidak pernah mendapatkan informasinya secara utuh. Tugas wilayah dan cabang adalah memastikan informasi dan peluang itu sampai kepada seluruh kader,” tegasnya.
Ia juga meminta kader GMKI Bengkayang tidak minder karena berasal dari daerah. Menurutnya, kader dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, membangun jejaring, melanjutkan pendidikan, dan mengambil peran di tingkat nasional.
“Kader di Bengkayang harus tahu bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama dengan kader di kota-kota besar. Jangan minder karena berasal dari daerah. Justru dari daerah kita harus melahirkan talenta-talenta baru yang mampu berbicara di tingkat nasional,” katanya.
Steper berharap BPC GMKI Bengkayang Masa Bakti 2026–2028 dapat menjadi cabang yang aktif melahirkan kader sekaligus memperluas akses anggota terhadap pendidikan, pengembangan talenta, dan berbagai program nasional GMKI.
“Jadilah rumah bagi mahasiswa untuk berdoa, belajar, menemukan talenta dan berkarya. Dari Bengkayang kita siapkan kader untuk gereja, masyarakat dan Indonesia,” pungkasnya.(nar)
Pelantikan BPC GMKI Bengkayang Masa Bakti 2026–2028 sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat kaderisasi dan menghidupkan semangat Ut Omnes Unum Sint atau “Supaya Mereka Semua Menjadi Satu” melalui pengembangan iman, intelektual, kepemimpinan, dan talenta kader.