SANGGAU,SP — Wakil Bupati Sanggau sekaligus Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Susana Herpena, bersama Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika melakukan peninjauan langsung ke Posko Terpadu Penanganan Karhutla yang berlokasi di lingkungan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau, Rabu (26/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Susana Herpena memeriksa kesiapan operasional posko, ketersediaan logistik, peralatan pemadam, serta kesiapsiagaan personel gabungan yang bertugas di posko. Hal ini dilakukan mengingat intensitas karhutla dan indeks kualitas udara yang terus memburuk di wilayah Sanggau belakangan ini.
"Posko terpadu ini harus berfungsi sebagai pusat komando yang responsif, setiap laporan dari warga harus segera ditindaklanjuti. Koordinasi antar pihak harus berjalan cepat: BPBD, Manggala Agni, Damkar, TNI, Polri, dan masyarakat harus bahu-membahu," ujar Susana saat meninjau posko.
Susana Herpena mengatakan. Status udara di Kabupaten Sanggau masih berada di kategori Sangat Tidak Sehat hingga Berbahaya akibat asap karhutla.
"Posko terpadu ini beroperasi 24 jam dengan personel gabungan siap bergerak cepat ke titik api. Ditekankan pencegahan lebih utama larangan tegas pembakaran lahan dan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Warga diimbau kurangi aktivitas di luar ruangan, gunakan masker, dan segera laporkan jika menemukan titik api atau asap," ungkap Komandan Satgas Karhutla.
Peninjauan ini juga memperkuat sinergi setelah sebelumnya Kapolres Sanggau melakukan pengecekan ke posko yang sama dan menyampaikan pengiriman BKO personel Brimob Nusantara untuk mendukung pengendalian karhutla di lapangan.
"Semoga ada penanganan yang cepat dan tuntas, agar warga Sanggau segera terbebas dari kabut asap," kata Susana.
Wakil Bupati Sanggau dan juga Komandan Satgas Larhutla ini menegaskan, agar pihak perusahaan juga proaktif membantu masyarakat dalam menangani karhutla yang terjadi tidak jauh dari lahan perusahaan.
"Peran Perusahaan dalam hal ini sangat kita butuhkan untuk kerjasamanya," pungkas Susana Herpena. (Dit)