KETAPANG, SP – Tim Siaga Karhutla Satbrimob Polda Kalbar bersama tim gabungan terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah titik di Kabupaten Ketapang, Rabu (26/8/2026).
Pemadaman dilakukan di beberapa lokasi, yakni Dusun Nipah Malang, Desa Sungai Awan Kiri, Desa Sungai Awan Kanan, serta lahan kosong di Jalan Poros Pelang–Tumbang Titi KM 6, Kabupaten Ketapang.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk menghentikan penyebaran api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke area di sekitarnya. Meskipun terjadi di lahan kosong, kebakaran tetap mendapat perhatian serius karena kondisi angin serta vegetasi yang kering dapat menyebabkan api kembali membesar dan menyebar dengan cepat.
Dalam pelaksanaan pemadaman, Tim Siaga Karhutla Satbrimob Polda Kalbar bersinergi dengan Polsek Matan Hilir Selatan, Koramil 1203-13/Matan Hilir Selatan, Yonif TP 832/Pawan Asasta, Babinpotmar Lanal Ketapang, serta BPBD Kabupaten Ketapang.
Selain memadamkan api, upaya tersebut juga dilakukan untuk mengurangi kepulan asap yang dapat mengganggu kualitas udara dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi. Asap akibat kebakaran lahan dapat mengandung partikel halus yang berpotensi mengganggu kesehatan apabila terhirup dalam jumlah tinggi, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Dantim Karhutla Kompi IV Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar, Charles Parulian Lumban Gaol, mengatakan pemadaman dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.
“Hari ini kami bersama tim gabungan yang terdiri dari Polsek Matan Hilir Selatan, Koramil 1203-13/Matan Hilir Selatan, Yonif TP 832/Pawan Asasta, Babinpotmar Lanal Ketapang dan BPBD Kabupaten Ketapang melakukan pemadaman di beberapa titik, yaitu di Dusun Nipah Malang, Desa Sungai Awan Kiri, Desa Sungai Awan Kanan dan lahan kosong di Jalan Poros Pelang–Tumbang Titi KM 6,” ujar Charles.
Menurutnya, kondisi angin dan vegetasi yang kering menjadi salah satu faktor yang dapat membuat api cepat menyebar sehingga penanganan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Pemadaman dilakukan untuk menghentikan api dan mencegah kebakaran meluas. Selain itu, kami juga berupaya mengurangi kepulan asap yang dapat mengganggu kualitas udara dan berisiko terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia,” lanjutnya.
Charles juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla, khususnya selama musim kemarau. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran lahan demi menjaga lingkungan, kualitas udara dan keselamatan bersama. Apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya masyarakat yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, segera laporkan melalui Call Center 110 yang telah disediakan oleh Polri,” pungkasnya. (*)