PONTIANAK, SP - Comeback Chiara Marvella Handoyo di panggung kompetisi internasional berbuah manis. Setelah delapan bulan absen untuk menjalani pemulihan, tunggal putri Indonesia itu langsung meraih kemenangan di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Tampil di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/8/2026), Chiara berhasil menumbangkan wakil India, Naishaa Kaur Bhatoye, dalam dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-16.
Kemenangan tersebut menjadi momentum penting bagi Chiara yang akhirnya kembali merasakan atmosfer pertandingan setelah cukup lama menepi akibat cedera.
Usai pertandingan, Chiara mengaku bersyukur sekaligus lega dapat kembali bertanding. Ia bahkan sempat meragukan apakah dirinya bisa kembali ke lapangan setelah menjalani masa pemulihan.
"Puji Tuhan senang bisa kembali bertanding setelah delapan bulan absen untuk pemulihan. Sempat ragu juga bisa balik, tapi saya di sini sekarang dan berharap semoga selalu dijauhkan dari cedera sampai selesai,” ujar Chiara.
Meski secara rutin tetap menjalani latihan selama masa pemulihan, Chiara mengakui atmosfer pertandingan terasa sangat berbeda ketika dirinya kembali menginjak lapangan.
Rasa tegang bahkan sudah dirasakannya sejak awal pertandingan. Kondisi tersebut membuat beberapa pukulan yang seharusnya dapat dimainkan dengan lebih percaya diri justru sempat dilakukan dengan keraguan.
"Masuk lapangan rasanya tegang banget pastinya, sudah lama tidak merasakan suasana pertandingan. Walau setiap hari saya berlatih, tapi tetap beda atmosfernya. Jadi tadi banyak pukulan yang ragu-ragu,” katanya.
Beruntung, Chiara mendapat dukungan penuh dari pelatihnya sepanjang pertandingan.
Sang pelatih terus memberikan ketenangan, semangat, sekaligus meyakinkan Chiara bahwa pola permainan yang diterapkannya sudah berada di jalur yang tepat.
Dukungan tersebut membantu Chiara perlahan menemukan kembali kepercayaan dirinya hingga mampu mengamankan kemenangan dua gim langsung atas wakil India.
Bagi Chiara, kemenangan pada laga comeback ini bukan sekadar soal hasil pertandingan. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan selama delapan bulan menjalani pemulihan akhirnya membawanya kembali ke arena kompetisi.
Selain dukungan dari tim pelatih, Chiara menyebut orang tua dan keyakinannya kepada Tuhan menjadi sumber kekuatan utama selama menjalani proses panjang untuk kembali ke lapangan.
"Dukungan orang tua dan berserah pada Tuhan menjadi kunci kekuatan saya untuk bisa kembali ke turnamen,” tuturnya.
Kini Chiara akan berusaha menjaga kondisi dan fokus menghadapi pertandingan berikutnya. Ia berharap dapat terus tampil tanpa mengalami cedera hingga seluruh rangkaian Polytron Pontianak International Challenge 2026 berakhir.
Comeback di Pontianak pun menjadi awal baru bagi Chiara untuk kembali membangun kepercayaan diri dan mengejar prestasi setelah delapan bulan harus menepi dari kompetisi.(din)