SINTANG, SP - Gerakan Komunitas Meraih Berkah Gerakan (MBG) Jum'at 5000 di Kabupaten Sintang yang dipimpin oleh Safri?Judiardi melaksanakan kegiatan sosial berupa pemberian bantuan rumah layak huni, yang diserahkan kepada Ibu?Nurhalizah.
"Dikomunitas MBG ini ada sekitar 400 orang anggotanya dari berbagai suku, Agama dan Ras kita semua bergabung demi berbagi untuk masyarakat," ujar Safri Judiardi kepada media.
Safri Judiardi mengatakan, bahwa kegiatan ini wujud kepedulian dan gotong?royong warga agar keluarga penerima dapat menempati hunian yang aman, sehat dan layak.
"Dari hasil Donasi Rp 5000 dari masyarakat dengan jumlah yang cukup lumayan setelah kumpul baru kita salurkan kepada yang berhak menerima," ungkapnya.
Di jantung Kota Sintang, Kalimantan Barat bagian timur, di tengah derasnya arus kehidupan yang serba cepat, ada satu cahaya yang tak pernah redup. Di sanalah berdiri sebuah komunitas bernama MBG - Meraih Berkah Gerakan Jumat 5000 dengan koordinator Bapak Safri Judiardi
Koordinator MBG Safri Judiardi, mengungkapkan, dari 400 hati untuk ribuan jiwa inilah kekuatan MBG setiap minggu para anggota menyisihkan sebesar Rp 5.000 dengan iklas
"Rp5.000 x 400 orang = Rp2.000.000 setiap Jumat. Ditambah dengan donasi dan titipan amanah dari para donatur yang mempercayakan kebaikannya melalui MBG. Dari sinilah semua bantuan lahir. Dari receh yang dikumpulkan bersama, menjadi berkah yang menghidupkan banyak rumah di Sintang," jelasnya dengan tegas.
Dengan semangat kebersamaan dan hati yang tulus, 400 anggota MBG bahu-membahu membangun satu hal peradaban Peduli
"Kami percaya, kebaikan sekecil apapun jika dilakukan bersama-sama akan menjadi gelombang besar yang menghidupkan harapan.
Gerakan Rutin Setiap Minggu, Berkah yang Tak Pernah Putus. Setiap hari Jumat, tanpa terlewat, komunitas MBG mengadakan program rutin yang sudah menjadi denyut nadi komunitas ini di Sintang dan sekitarnya. Namanya sederhana: Sedekah Jumat," jrlad koordinator komunitad MBG Kabupaten Sintang Safri Judiardi
Tim MBG di bawah koordinasi Bapak Safri Judiardi turun langsung ke lapangan. Menyapa, memeluk, dan menyalurkan bantuan kepada mereka yang paling membutuhkan kaum dhuafa, anak yatim piatu, para lansia sebatang kara, dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas.
Bentuk sedekahnya beragam, karena kepedulian tidak bisa diukur dengan satu cara saja
"Makanan Siap Santap - untuk mengenyangkan yang lapar di hari Jumat, Paket Sembako - untuk meringankan beban dapur keluarga. Bantuan Uang Tunai - untuk kebutuhan mendesak. Kursi Roda & Alat Bantu - untuk saudara disabilitas agar bisa mandiri. Pelayanan Kesehatan - agar yang sakit tetap mendapat perhatian. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni - agar setiap keluarga di Sintang punya tempat berteduh yang aman," jelas Safri
Koordinator MBG Sintang Safri Judiardi mengungkapkan. Sejak pertama kali digulirkan dari Kota Sintang, MBG telah membantu ratusan orang setiap minggunya. Angka itu bukan sekadar statistik. Di balik itu ada senyum ibu-ibu, doa para lansia, dan harapan anak-anak yatim yang kembali menyala.
"Kami menanam nilai toleransi. Menanam kepedulian lintas suku, agama, dan ras. Menanam rasa bahwa kita semua bersaudara, anak bangsa yang harus saling jaga. Program ini juga menjadi sekolah bagi generasi muda Sintang. Mereka belajar bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Mereka belajar bahwa 5000 rupiah yang disisihkan dengan ikhlas oleh 400 orang, jika digabung dengan amanah para donatur, bisa menjadi berkah besar untuk banyak jiwa. Di MBG, donatur bukan hanya pemberi. Penerima bukan hanya yang diberi. Kami semua adalah keluarga besar MBG Sintang. Kami saling menguatkan, saling mendoakan, saling menjaga," katanya
"Ayo Bergabung Bersama MBG Sintang. Partisipasi itu mudah. Karena kebaikan tidak pernah menunggu. Setiap kontribusi Anda, sekecil apapun, adalah batu bata untuk membangun masyarakat Sintang, Kalimantan Barat yang lebih peduli, lebih kuat, dan lebih harmonis," pungkasnya. (Dit)