Ponticity post author Kiwi 29 Agustus 2026

BI Kalbar dan FJPI Perkuat Literasi Keuangan Lewat Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

Photo of BI Kalbar dan FJPI Perkuat Literasi Keuangan Lewat Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Kadis Kominfo, Christianus Lumano, Deputi Kepala Perwakilan BI, Reinaldy Akbar Ariesha, dan Ketua FJPI Kalbar, Dina Prihatini Wardoyo foto di sela acara seminar bertajuk Membangun Literasi Finansial Negeri: Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Jumat (28/8)

PONTIANAK, SP - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat bersama Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalimantan Barat menggelar kegiatan bertajuk “Membangun Literasi Finansial Negeri: Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BI Kalbar, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2, Kota Pontianak, Jumat (28/8/2026), tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan.

Peserta yang hadir berasal dari komunitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa, hingga insan pers di Pontianak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencintai, menghargai, dan menggunakan Rupiah secara bijak.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat, Christianus Lumano, menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalbar untuk terus bersinergi dengan BI Kalbar dalam memperkuat literasi finansial masyarakat, khususnya melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah).

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya merawat, menghargai, dan menggunakan mata uang Rupiah dengan baik.

“Saya berharap kegiatan edukasi yang diinisiasi FJPI Kalbar ini dapat berjalan lancar dan melahirkan gagasan-gagasan inspiratif untuk memperluas wawasan dan mengasah keahlian peserta,” ujar Lumano.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Barat, Reinaldy Akbar Ariesha, menjelaskan bahwa Rupiah memiliki peran penting sebagai satuan hitung, alat pembayaran, dan alat penyimpan nilai. Karena itu, menjaga kondisi fisik uang Rupiah menjadi hal yang penting agar masa edarnya lebih panjang dan tetap layak digunakan dalam transaksi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, BI Kalbar kembali mengedukasi masyarakat mengenai prinsip 5J dalam merawat uang Rupiah.

“Kita bisa merawat uang Rupiah dengan gerakan 5J: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi,” ujar Reinaldy.

Kepala Seksi Kehumasan BI Kalbar, Malinda Merrys J., turut mengapresiasi FJPI Kalbar yang telah menginisiasi kegiatan tersebut dalam rangka menyemarakkan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026.

Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan edukasi mengenai CBP Rupiah.

“Melalui kegiatan ini, kami mengapresiasi FJPI Kalbar karena telah membantu kami menjadi perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam memperluas edukasi terkait kesadaran Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” jelas Merry.

Ketua FJPI Kalbar, Dina Prihatini Wardoyo, mengatakan kolaborasi tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi masyarakat mengenai CBP Rupiah yang dinilai masih perlu terus diperkuat.

Dengan melibatkan peserta dari beragam latar belakang, seperti komunitas UMKM, mahasiswa, dan insan media, ia berharap edukasi yang diberikan dapat diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas.

Dina menilai Kalimantan Barat memiliki karakteristik tersendiri sebagai daerah yang memiliki sejumlah kawasan berbatasan langsung dengan negara lain, termasuk Malaysia. Kondisi tersebut menjadikan penguatan literasi mengenai Rupiah dan penggunaannya sebagai simbol kedaulatan negara semakin penting.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh FJPI Kalbar mengingat Kalimantan Barat memiliki banyak kawasan yang berbatasan langsung dengan negara lain, termasuk Malaysia. Karena itu, kesadaran literasi finansial terhadap Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah masih perlu terus ditingkatkan. Peserta dari berbagai kalangan diharapkan dapat turut menyosialisasikan CBP Rupiah kepada masyarakat lainnya,” ungkap Dina.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang edukasi bagi para peserta, tetapi juga menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencintai, menghargai, dan memahami Rupiah.

Kolaborasi antara BI Kalbar, FJPI Kalbar, komunitas UMKM, mahasiswa, dan insan pers diharapkan mampu memperkuat pesan CBP Rupiah hingga ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

Dengan semakin kuatnya literasi finansial dan kesadaran masyarakat dalam memperlakukan Rupiah secara bijak, semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah diharapkan dapat tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (jee)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda