Ponticity post author Kiwi 29 Agustus 2026

Cegah Dampak Kabut Asap, IMM Muhammadiyah Kalbar Bagikan Ribuan Masker kepada Warga

Photo of Cegah Dampak Kabut Asap, IMM Muhammadiyah Kalbar Bagikan Ribuan Masker kepada Warga

PONTIANAK, SP - Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditunjukkan keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Barat.

Salah satunya melalui aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama organisasi kemahasiswaan di lingkungan Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Muhammadiyah Kalimantan Barat yang membagikan ribuan masker kepada masyarakat.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk akibat asap karhutla yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, di antaranya Bundaran Digulis Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, serta Bundaran Gaforaya, Kubu Raya.

Masker dibagikan kepada pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai langkah sederhana untuk mengurangi paparan langsung asap dan partikel dari udara yang tercemar.

Aksi tersebut melibatkan IMM bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, Administrasi Kesehatan, serta mahasiswa Bioteknologi ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat.

Keterlibatan mahasiswa dari berbagai bidang kesehatan dan keilmuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian civitas akademika Muhammadiyah terhadap kondisi masyarakat di tengah kabut asap.

Selain membagikan masker, para mahasiswa juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat paparan asap. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan dan menggunakan pelindung pernapasan ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Lazismu Perkuat Dukungan Logistik

Aksi pembagian masker tersebut menjadi bagian dari rangkaian respons kemanusiaan Muhammadiyah Kalimantan Barat dalam menghadapi dampak karhutla.

Dalam gerakan One Muhammadiyah One Response, Lazismu Kalbar mengambil peran dalam menghimpun dukungan masyarakat sekaligus memperkuat kebutuhan logistik bagi para relawan dan masyarakat terdampak.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PWM Kalbar sekaligus Koordinator Pos Koordinasi (Poskor) Penanganan Karhutla Muhammadiyah Kalbar, M. Hermayani Putera, mengatakan Lazismu memiliki posisi strategis dalam menghubungkan dukungan masyarakat dengan kebutuhan penanganan di lapangan.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kebakaran, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan relawan yang berada di lokasi.

“Ini soal dampak yang ditimbulkan. Masyarakat yang terpapar kondisi kesehatan akibat asap, kita hadirkan rumah oksigen. Kita juga konsen kepada kesehatan para relawan dan mengupayakan hadirnya dapur-dapur relawan,” ujar Hermayani.

Ia mengatakan kebutuhan para relawan di lapangan cukup beragam sehingga dukungan masyarakat harus terus digerakkan.

“Mencakup makanan bergizi, susu, air mineral, APD, masker, alat dan kebutuhan operasional di lapangan. Semua harus memastikan penggalangan dukungan pendanaan maupun suplai logistik lainnya tidak terputus,” katanya.

Menurut Hermayani, dukungan yang dihimpun melalui Lazismu nantinya dapat diarahkan sesuai kebutuhan prioritas berdasarkan pemetaan yang dilakukan Poskor dan unsur kebencanaan Muhammadiyah.

Dengan pola tersebut, dukungan masyarakat tidak hanya berhenti pada proses penggalangan, tetapi dapat disalurkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

‘Aisyiyah dan Kampus Muhammadiyah Ikut Bergerak

Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kabut asap juga dilakukan Kantor Layanan Lazismu Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak.

Bersama Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Barat dan sivitas akademika Politeknik ‘Aisyiyah Pontianak, mereka turut membagikan ribuan masker kepada masyarakat di sejumlah titik jalan di Kota Pontianak.

Pembagian masker dilakukan di Simpang Empat Jalan Ampera dan Simpang Empat Jalan Ahmad Yani.

Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat dari paparan asap, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar warga semakin peduli terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Rangkaian aksi tersebut menunjukkan bahwa respons Muhammadiyah Kalimantan Barat terhadap karhutla dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, perguruan tinggi, Lazismu, ‘Aisyiyah, hingga unsur kebencanaan Muhammadiyah.

Muhammadiyah Dorong Gerakan Bersama

Respons terhadap kabut asap juga diperkuat dengan aktivasi sejumlah layanan kemanusiaan, termasuk Rumah Oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan tempat dengan udara lebih aman serta dukungan kesehatan bagi warga dan relawan.

Gerakan tersebut merupakan bagian dari semangat One Muhammadiyah One Response, yakni mengonsolidasikan berbagai potensi Muhammadiyah agar dapat bergerak bersama dalam menghadapi bencana.

Bagi IMM dan para mahasiswa, aksi pembagian masker menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

Di tengah kondisi kabut asap yang belum sepenuhnya mereda, kepedulian sederhana seperti membagikan masker diharapkan dapat membantu melindungi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Muhammadiyah Kalimantan Barat juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah sembarangan. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Kolaborasi berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat respons kemanusiaan sekaligus meringankan dampak karhutla yang dirasakan masyarakat Kalimantan Barat. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda