SINGKAWANG, SP - Wesly, korban pemukulan dengan menggunakan palu menjalani operasi pemasangan tempurung kepala palsu di Rumah Sakit Timberland, Kuching, Jumat (28/8).
Operasi kedua ini berjalan dengan lancar, berkat bantuan dana dari Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.
"Dengan penuh rasa syukur, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Wali Kota Singkawang atas bantuan dan kepedulian dalam membantu biaya operasi pemasangan tempurung kepala palsu anak kami," kata ayah Wesly, Liu Andi.
Menurutnya, proses operasi Wesly telah berjalan dengan lancar.
"Kami sangat bersyukur atas semua pertolongan dan kebaikan yang telah diberikan," ungkapnya.
Setelah operasi ini, keluarga berharap Wesly dapat segera pulih, sehat kembali seperti sediakala, dan dapat menjalani aktivitasnya seperti biasa.
Sekali lagi, keluarga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ibu Wali Kota Singkawang atas perhatian, kepedulian, dan bantuan yang sangat berarti bagi Wesly dan keluarga.
"Semoga Tuhan senantiasa memberkati Ibu, memberikan kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam setiap tugas dan pelayanan Ibu kepada masyarakat," ujarnya.
Diketahui, Wesly yang masih duduk dibangku SMP ini menjadi korban pemukulan dengan menggunakan palu di Kota Singkawang.
Akibat pemukulan itu, Wesly mengalami luka berat dibagian kepala. Sementara pelaku yang juga masih pelajar mendapat hukuman selama dua tahun pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Singkawang ini lebih tinggi dari tuntunan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut pidana 1 tahun 6 bulan di LPKA. (rud)