PONTIANAK, SP - Pendidikan tidak pernah mengenal kata selesai. Selama masih ada kemauan untuk belajar, selalu ada ruang untuk bertumbuh, memperluas wawasan, dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada sesama.
Semangat itulah yang tercermin dari perjalanan Katherine Angela Oendoen, yang baru saja menyelesaikan sidang pendidikan Magister Manajemen (S2).
Sebuah pencapaian yang layak diapresiasi, terlebih perjalanan akademik tersebut dijalani di tengah kiprahnya sebagai perempuan yang aktif di ruang publik, termasuk dalam dunia politik serta kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Berdasarkan laporan prestasi akademik STIE Biaktti Pembangunan, Katherine tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Magister Manajemen.
Pada semester genap tahun akademik 2025/2026, ia berhasil menyelesaikan sejumlah mata kuliah dengan capaian akademik yang membanggakan.
Laporan tersebut mencatat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 dengan total 39 SKS kumulatif.
Kini, setelah melewati sidang S2, Katherine tinggal menunggu prosesi wisuda.
Namun, keberhasilan tersebut tidak semata-mata tentang gelar akademik.
Lebih jauh, kisah Katherine menjadi sebuah pesan inspiratif bahwa selama masih ada napas kehidupan, seseorang tidak boleh berhenti menimba ilmu.
Belajar di Tengah Kesibukan
Menjalani pendidikan tinggi tentu membutuhkan komitmen. Apalagi ketika seseorang juga memiliki tanggung jawab dan aktivitas lain di tengah masyarakat.
Katherine memilih untuk tetap melangkah. Di tengah kiprahnya sebagai politisi perempuan dan tokoh yang memiliki perhatian pada kegiatan sosial-kemanusiaan, ia tetap menyempatkan diri untuk kembali menjadi seorang pembelajar.
Pilihan tersebut menjadi teladan bahwa kesibukan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti meningkatkan kapasitas diri.
Justru semakin besar peran seseorang di tengah masyarakat, semakin besar pula kebutuhan untuk terus belajar.
Ilmu, pengalaman, dan kepedulian menjadi tiga hal yang dapat saling menguatkan.
Sebagai seorang perempuan yang aktif di ruang publik, pendidikan Magister Manajemen yang ditempuh Katherine juga menjadi bekal untuk memperluas perspektif dan meningkatkan kemampuan dalam memahami persoalan organisasi, sumber daya manusia, strategi, ekonomi, serta berbagai dinamika kehidupan masyarakat.
Ilmu Bukan untuk Disimpan Sendiri
Ada satu hal yang membuat pencapaian Katherine menjadi semakin bermakna, semangat belajarnya berjalan beriringan dengan kepeduliannya terhadap sesama.
Katherine juga dikenal memiliki perhatian terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia merupakan teman kecil sekaligus salah satu donatur bagi Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), termasuk dalam mendukung pembiayaan pendidikan anak-anak melalui forum tersebut.
Di titik ini, pendidikan tidak lagi hanya berbicara tentang kepentingan pribadi.
Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk menghadirkan sesuatu yang lebih besar bagi masyarakat.
Sebab, pendidikan yang sesungguhnya bukan hanya membuat seseorang menjadi lebih pintar, tetapi juga membuatnya semakin peka terhadap kehidupan di sekelilingnya.
Semakin tinggi ilmu, semestinya semakin tinggi pula kepedulian.
Apresiasi Bruder Stephanus Paiman
Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stephanus Paiman OFMCap, memberikan apresiasi sekaligus ucapan selamat atas keberhasilan Katherine menyelesaikan sidang S2.
Bruder Stephanus yang mengenal Katherine sejak kecil melihat perjalanan tersebut sebagai sesuatu yang patut dibanggakan.
“Luar biasa… semangat belajar mu, In. Sukses selalu ya. Kejar terus ilmu dan tetap tidak lupa akan Allah,” ujar Bruder Stephanus.
Bagi Bruder Stephanus, keberhasilan Katherine bukan hanya menjadi kabar gembira secara pribadi, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi banyak orang, khususnya generasi muda.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar pencapaian akademik tidak membuat seseorang berhenti mengejar ilmu.
Sebaliknya, ilmu harus terus dikejar dan diperdalam, kemudian diwujudkan dalam karya nyata yang bermanfaat bagi sesama.
“Selamat atas selesainya sidang S2. Semoga apa yang sudah diperoleh selama menempuh pendidikan menjadi bekal untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” demikian apresiasi dan doa Bruder Stephanus.
Teladan bagi Generasi Muda
Kisah Katherine Angela Oendoen menjadi relevan di tengah tantangan generasi muda saat ini.
Anak-anak muda perlu melihat bahwa pendidikan bukan sekadar sarana mendapatkan pekerjaan atau gelar. Pendidikan adalah proses seumur hidup.
Selama masih memiliki kesempatan, seseorang harus terus mengembangkan diri.
Tidak peduli seberapa sibuk aktivitasnya, seberapa tinggi posisi yang telah diraih, ataupun seberapa banyak pengalaman yang sudah dimiliki, selalu ada sesuatu yang dapat dipelajari.
Dari perjalanan Katherine, generasi muda dapat belajar bahwa kesuksesan tidak seharusnya membuat seseorang berhenti bertumbuh.
Sebaliknya, keberhasilan semestinya menjadi alasan untuk semakin rendah hati dan semakin banyak memberikan manfaat.
Sepanjang Masih Ada Napas Kehidupan
Pada akhirnya, kisah Katherine bukan sekadar berita tentang seorang perempuan yang berhasil menyelesaikan pendidikan S2. Ini adalah cerita tentang semangat.
Semangat untuk terus belajar. Semangat untuk terus berkembang. Semangat untuk tetap berkiprah. Dan semangat untuk menjadikan apa yang dimiliki sebagai berkat bagi orang lain.
Sidang S2 telah selesai. Wisuda tinggal menunggu waktu. Tetapi perjalanan menimba ilmu sesungguhnya tidak pernah berakhir. Karena kehidupan sendiri adalah sekolah yang tidak pernah tutup.
Sepanjang masih ada napas kehidupan, gunakanlah kesempatan itu untuk menimba ilmu, memperbaiki diri, dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama.
Itulah pesan yang dapat dipetik dari perjalanan Katherine Angela Oendoen.
Seorang perempuan yang menunjukkan bahwa gelar boleh menjadi pencapaian, tetapi ilmu yang diamalkan dan kepedulian kepada sesama adalah makna yang jauh lebih besar.
Selamat atas selesainya sidang S2, Katherine Angela Oendoen. Apresiasi dan ucapan selamat dari Bruder Stephanus Paiman OFMCap serta keluarga besar FRKP. Semoga semakin sukses, tetap rendah hati, terus mengejar ilmu, tidak melupakan Tuhan, dan semakin banyak menjadi berkat bagi sesama. Puji Tuhan. Selamat dan sukses selalu! (*)