Nasional post author elgiants 27 Agustus 2026

Hanura Hidupkan Api Semangat Bung Karno, Kunjungi Rumah Pengasingan Sang Proklamator, Logo Baru Singa Bukti Hanura Berubah Total

Photo of Hanura Hidupkan Api Semangat Bung Karno, Kunjungi Rumah Pengasingan Sang Proklamator, Logo Baru Singa Bukti Hanura Berubah Total

BENGKULU, SP – Di sela-sela agenda padat konsolidasi dan rapat teknis pemenangan organisasi di Provinsi Bengkulu, jajaran Tim Task Force (Satuan Tugas) DPP Partai Hanura melakukan ziarah sejarah ke Rumah Pengasingan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, Kamis (27/8/2026).

Kunjungan ini menegaskan komitmen partai pimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) tersebut untuk menghidupkan kembali "api semangat" perjuangan dan nilai-nilai nasionalisme kebangsaan Bung Karno dalam menatap agenda politik nasional.

Rombongan Tim Task Force Partai Hanura dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura, Petrice Rio Capella. Di rumah bersejarah yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu tersebut, jajaran pengurus partai melihat secara dekat jejak rekam perjuangan Sang Proklamator selama masa pengasingan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1938 hingga 1942.

Rio Capella mengungkapkan, ziarah ini sengaja dijadwalkan di tengah konsolidasi tim agar seluruh kader dapat meneladani keteguhan mental dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Bung Karno sewaktu menghadapi penderitaan penafsiran dan pengasingan politik.

"Kami ingin mengingat bagaimana perjuangan Bung Karno ketika dibuang dari Parapat, Ende, hingga sampai ke Bengkulu. Ada satu hal yang hingga kini tidak pernah padam dari Bung Karno, yakni 'api semangat' Bung Besar," ujarnya.

Rio menegaskan, api semangat yang tidak pernah padam inilah, yang ingin dihidupkan oleh kader partai berlambang kepala singa tersebut.

"Kami ingin, api semangat kader Hanura untuk membesarkan partai juga tidak pernah padam," harap Rio.

Selain itu, Hanura juga ingin menghidupkan ajaran Bung Karno tentang nasionalisme kebangsaan yang dalam kondisi apapun tetap dipegang teguh.

"Nasionalisme kebangsaan itulah semangatnya Hanura hari ini untuk membesarkan organisasi, demi keutuhan NKRI, demi konsolidasi nasional anak bangsa agar perjalanan bangsa ini menjadi lebih baik sesuai dengan cita-cita Bung Karno," pungkasnya.

Dalam napak tilas di cagar budaya tersebut, rombongan Tim Task Force mengelilingi sejumlah area bersejarah. Mereka melihat dari dekat ruang kerja Bung Karno, kamar tidur utama bersama sang istri Inggit Garnasih, serta menyimak rekam jejak sejarah saat Bung Karno mendirikan grup sandiwara terkenal Monte Carlo sebagai sarana perjuangan kebudayaan dan penyampaian pesan kemerdekaan di Bengkulu.

Suasana haru dan khidmat makin terasa saat Rio Capella bersama jajaran pengurus melangkah ke area belakang rumah untuk menimba air dari sumur peninggalan Bung Karno. Rio lantas membasuh mukanya dengan air sumur tersebut sembari memanjatkan doa bagi kejayaan bangsa dan partai.

"Kepada seluruh kader Hanura, teruslah belajar dari perjuangan Bung Karno," pesan Rio sembari menimba dan membasuh muka dan berdoa di Sumur Pengasingan Bung Karno.

Siap Mengaum

Kunjungan bernuansa historis ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian agenda Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Partai Hanura di Bumi Rafflesia yang berlangsung di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Rabu (26/8/2026) malam.

Acara konsolidasi tersebut dihadiri langsung oleh seluruh jajaran pengurus kunci se-Provinsi Bengkulu, mulai dari Ketua, Sekretaris, Bendahara DPD dan DPC, hingga seluruh anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Partai Hanura.

Dalam arahannya, Patrice Rio Capella menjelaskan bahwa partai yang dinahkodai Oesman Sapta Odang (OSO) ini terus berbenah dan berubah menatap agenda Pemilu mendatang.

Salah satu yang berubah adalah logo partai yang kini menjadi gambar Singa. Perubahan logo, yang juga dibarengi dengan pembaruan mars, AD ART, dan struktur, dilakukan sejak awal Juli 2026 lalu, dan terus disosialisasikan selama Konsolidasi Nasional yang targetnya berlangsung hingga September 2026.

"Kita mengubah semua atribut Hanura, termasuk logo dengan new brand menjadi singa. Hanura instruksikan seluruh jajar dari pusat hingga ranting satu komando memakai branding baru ini," kata Rio.

Dijelaskan Rio, logo singa filosofinya melambangkan kekuatan, semangat, keberanian mengambil keputusan, tangguh, dan punya daya tarung. Dia yakin, logo baru ini dapat menginspirasi dan memberi semangat kader dan pengurus Hanura di setiap tingkatan. Khususnya bagi para Caleg yang akan bertarung pada Pemilu 2029.

Berbagai pembaruan ini, sambung Rio, bukti bahwa Hanura melakukan evaluasi total.

"Perubahan logo ini dengan harapan bisa memberikan semangat kepada para kader Hanura. Singa itu simbol keberanian, wibawa, kekuatan, keseriusan. Sehingga para caleg bisa menjadi singa-singa petarung Hanura untuk menang di Pemilu 2029," katanya.

Apakah berbagai perubahan anyar ini berpengaruh? Rio yang sudah berkeliling di 8 provinsi merasakan, kader di bawah penuh dengan semangat baru.

"Mindset cara berpikir kader pun berubah. Ada keyakinan dan optimisme di kalangan kader, kita bisa bangkit kembali pada Pemilu 2029," yakinnya.

Nah, mulai saat ini, seluruh jajaran di akar rumput wajib menggunakan logo baru. Baik bendera, kop surat, papan DPC, kaos, dan sebagainya.

"Tapi mungkin ini perlu proses karena masih transisi memerlukan waktu pencetakan, dan sebagainya, bisa kita maklumi. Tapi mulai paling lama awal 2027, semua sudah singa. Dan singa Hanura akan keluar dari kandangnya untuk mengaum," tegas Rio semangat.

Turut mendampingi Rio dalam kegiatan kunjungan dan konsolidasi tersebut antara lain Sekretaris Task Force Hanurani, Bendahara Task Force Indah Sri Rejeki, serta anggota Tim Task Force yakni Ratna Ester Lumban Tobing, Yossy Indra Permana, Enny Maryani, dan Che Stevan Raihan Capella.

Keseriusan Total

Sementara itu, Pengamat Politik dari UIN Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno menilai, perubahan logo, mars, dan struktur Partai Hanura menunjukkan keseriusan total partai ini menatap Pemilu 2029. Minimal lolos ke parlemen kembali.

"Hanura terlihat serius dan berbenah ingin memenangkan hati rakyat minimal lolos parlemen 2029," kata Adipray setelah ditanya awak media soal perubahan logo dan mars Hanura.

Perubahan itu, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) ini diikhtiarkan untuk memberikan suntikan semangat kepada kader Hanura untuk kerja keras merebut dukungan rakyat. Tentu ujungnya membawa pemilih menentukan pilihannya kepada partai yang kini berlogo Singa ini.

Adipray juga menilai positif Partai Hanura membentuk TIm Task Force (Satgas) yang dipimpin oleh Patrice Rio Capella yang kini terus keliling melakukan roadshow/konsolidasi ke seluruh Indonesia.

Namun, dia menyarankan konsolidasi harus sampe ke tingkat paling bawah. Selain itu, konsistensi kader juga diperlukan untuk mempersiapkan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.

"Rapikan dan solidkan kader sampai tingkat kecamatan hingga 100 persen. Hanura harus terus mencoba keluar dari bayang-bayang dua kali gagal di Pemilu," sarannya.

"Sekarang harus lolos ke Senayan kembali, apalagi Hanura saat ini sudah memili 525 anggota DPRD provinsi, kabupaten/kota terbanyak kedua setelah PPP di partai nonpalremen, ini modal besar dan konsistensi sangat penting," tegas Adipray. (ril/ind)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda