Ponticity post author Kiwi 27 Agustus 2026

Bruder Stephanus Apresiasi Katherine Angela Oendoen, Teladan Perempuan yang Tak Pernah Berhenti Belajar

Photo of Bruder Stephanus Apresiasi Katherine Angela Oendoen, Teladan Perempuan yang Tak Pernah Berhenti Belajar

PONTIANAK, SP – Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stephanus Paiman OFMCap, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Katherine Angela Oendoen yang baru saja menyelesaikan sidang pendidikan Magister Manajemen (S2).

Bagi Bruder Stephanus, keberhasilan Katherine menyelesaikan pendidikan magister merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Terlebih, perjalanan akademik tersebut dijalani di tengah kesibukannya sebagai perempuan yang aktif di ruang publik, termasuk dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan politik.

“Luar biasa... semangat belajarmu, In. Sukses selalu ya. Kejar terus ilmu dan tetap tidak lupa akan Allah,” ujar Bruder Stephanus.

Bruder Stephanus yang telah mengenal Katherine sejak kecil menilai semangatnya untuk terus menimba ilmu dapat menjadi teladan, khususnya bagi generasi muda.

Menurutnya, pendidikan tidak berhenti ketika seseorang telah memperoleh gelar atau mencapai posisi tertentu. Sebaliknya, semakin banyak pengalaman dan tanggung jawab yang dimiliki seseorang, semakin besar pula kebutuhan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

“Selamat atas selesainya sidang S2. Semoga apa yang sudah diperoleh selama menempuh pendidikan menjadi bekal untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” katanya.

Raih IPK 3,92

Katherine Angela Oendoen tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Magister Manajemen di STIE Biaktti Pembangunan. Berdasarkan laporan prestasi akademik semester genap tahun akademik 2025/2026, Katherine berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 dengan total 39 SKS kumulatif.

Setelah menyelesaikan sidang S2, Katherine kini tinggal menunggu prosesi wisuda.

Pencapaian tersebut menjadi semakin menarik karena proses pendidikan dijalaninya di tengah berbagai aktivitas dan kiprah di masyarakat. Kesibukan tidak menjadi alasan bagi Katherine untuk berhenti meningkatkan kapasitas diri.

Bagi Bruder Stephanus, semangat tersebut merupakan contoh bahwa proses belajar dapat berjalan beriringan dengan pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.

Ilmu Harus Memberi Manfaat

Semangat belajar Katherine juga berjalan seiring dengan kepeduliannya terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia dikenal sebagai teman kecil sekaligus salah satu donatur FRKP, termasuk dalam mendukung pembiayaan pendidikan bagi anak-anak melalui forum tersebut.

Bruder Stephanus berharap pencapaian akademik Katherine tidak berhenti sebagai prestasi pribadi, tetapi dapat menjadi bekal untuk semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ilmu yang diperoleh hendaknya menjadi bekal untuk terus berkarya dan mengabdi. Semakin tinggi ilmu, semestinya semakin besar pula kepedulian kepada sesama,” ungkapnya.

Menurut Bruder Stephanus, pendidikan pada hakikatnya bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga membentuk seseorang agar memiliki wawasan yang lebih luas, sikap rendah hati, serta kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya.

Pesan untuk Generasi Muda

Apresiasi terhadap Katherine sekaligus menjadi pesan bagi generasi muda agar tidak menjadikan pendidikan sebatas jalan untuk mendapatkan ijazah atau gelar.

Proses belajar merupakan perjalanan sepanjang hayat. Setiap orang, di tengah kesibukan dan pencapaian yang dimiliki, tetap memiliki ruang untuk belajar, berkembang, dan memperbaiki diri.

Kisah Katherine menunjukkan bahwa kesuksesan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti bertumbuh. Sebaliknya, setiap pencapaian dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kapasitas diri dan memperluas manfaat bagi orang lain.

Bruder Stephanus bersama keluarga besar FRKP turut mendoakan agar Katherine terus sukses dalam perjalanan berikutnya.

“Selamat dan sukses selalu, Katherine Angela Oendoen. Semoga tetap rendah hati, terus mengejar ilmu, tidak melupakan Tuhan, dan semakin banyak menjadi berkat bagi sesama. Puji Tuhan,” pungkas Bruder Stephanus. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda