PONTIANAK, SP - Karang Taruna Kota Pontianak memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam membantu masyarakat dan relawan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kali ini, kolaborasi dilakukan bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Pontianak yang menyalurkan sejumlah bantuan untuk masyarakat serta relawan pemadam karhutla.
Bantuan tersebut diserahkan kepada Karang Taruna Kota Pontianak untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga dan relawan pemadam di sejumlah lokasi.
Penyerahan bantuan berlangsung di halaman PMI Kota Pontianak yang menjadi titik Posko Segar Relawan yang diinisiasi Karang Taruna Kota Pontianak pada Minggu (30/8/2026).
Bantuan yang disalurkan IDI Cabang Kota Pontianak terdiri atas masker untuk masyarakat umum, masker filter bagi relawan pemadam, air mineral, makanan ringan, obat-obatan serta vitamin.
Ketua Karang Taruna Kota Pontianak Muhammad Irfan Oktodiar mengapresiasi kepedulian IDI yang turut mengambil peran dalam situasi kabut asap yang masih terjadi.
“Alhamdulillah hari ini kami dari Karang Taruna Kota Pontianak dan PMI mendapatkan bantuan dan kolaborasi dari IDI Cabang Kota Pontianak. Saya mengapresiasi IDI menjadi garda terdepan dalam situasi seperti ini untuk membantu masyarakat dan petugas pemadam,” ujar Irfan.
Menurutnya, bantuan tersebut akan segera disalurkan kepada relawan pemadam yang berada di lapangan.
Terlebih, relawan pemadam menjadi salah satu kelompok yang rentan terpapar asap karena harus bekerja langsung di lokasi kebakaran.
“Bantuan-bantuan ini akan kita salurkan ke relawan pemadam di lokasi. Apalagi ada bantuan air mineral, masker dan makanan ringan. Kita harapkan dapat membantu relawan pemadam di lapangan, khususnya di Kota Pontianak,” katanya.
Vitamin dan obat-obatan yang diterima juga akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan kesehatan masyarakat maupun relawan yang membutuhkan.
Irfan mengatakan, keberadaan Posko Segar Relawan menjadi salah satu bentuk kepedulian Karang Taruna bersama berbagai pihak dalam membantu masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk.
Karena itu, pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi organisasi, dunia usaha, komunitas maupun pihak lainnya yang ingin ikut membantu.
“Karang Taruna Kota Pontianak sangat membuka ruang kolaborasi dengan semua pihak untuk membantu. Karang Taruna tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan berbagai pihak,” tegasnya.
Sementara itu Ketua IDI Cabang Kota Pontianak dr. Bayu Zeva Wirasakti mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kontribusi organisasi profesi sekaligus kepedulian sebagai bagian dari masyarakat Kota Pontianak.
Menurutnya, kondisi kabut asap yang semakin tebal membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi profesi.
“Kita IDI Cabang Kota Pontianak menyalurkan bantuan yang bisa kami kumpulkan untuk bagaimana cara kita membantu sebagai organisasi profesi dan bagian dari masyarakat Kota Pontianak dalam menanggulangi keadaan kabut asap yang semakin hari semakin tebal ini,” ujar Bayu.
Bantuan tersebut kemudian disalurkan melalui Karang Taruna Kota Pontianak dan PMI agar dapat menjangkau masyarakat serta petugas yang berada di lapangan.
Bayu berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat, khususnya bagi relawan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla.
“Semoga apa yang kami berikan melalui Karang Taruna Kota Pontianak dan PMI bisa membantu menyelesaikan permasalahan asap ini,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan meliputi masker bagi masyarakat umum dan masker filter khusus bagi tim pemadam. Selain itu, IDI juga menyerahkan makanan, air mineral, obat-obatan dan vitamin.
“Bantuan ini terdiri dari masker untuk masyarakat umum dan masker filter untuk tim pemadam. Lalu ada makanan untuk mereka dan air mineral, obat-obatan dan vitamin untuk mendukung kegiatan mereka di lapangan,” jelas Bayu.
IDI, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan kembali memberikan bantuan apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan.
“Ini komitmen kami IDI Cabang Kota Pontianak. Kalau nanti dari Karang Taruna Kota Pontianak merasa ada kekurangan, akan kami dukung lagi,” tegasnya.
Kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam menghadapi dampak karhutla. Tidak hanya pemerintah dan petugas pemadam, organisasi profesi, kepemudaan, relawan dan masyarakat juga memiliki peran dalam membantu kelompok yang terdampak.
Melalui sinergi tersebut, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat sekaligus memberikan perlindungan dan dukungan bagi relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla di Kota Pontianak.(din)