Ponticity post author elgiants 30 Agustus 2026

Simon Soetjipto Mundur dari Ketua Yayasan Bhakti Suci Pontianak, Fokus Pemulihan Kesehatan, Dulu Direbut Sekarang Ditinggalkan

Photo of Simon Soetjipto Mundur dari Ketua Yayasan Bhakti Suci Pontianak, Fokus Pemulihan Kesehatan, Dulu Direbut Sekarang Ditinggalkan

PONTIANAK, SP – Simon Soetjipto atau yang juga dikenal dengan nama Tjiu Sim Pheng mengajukan pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci (YBS) Pontianak. Pengunduran diri tersebut dilakukan karena Simon saat ini tengah fokus menjalani pemulihan kesehatan dan harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Sekretaris Yayasan Bhakti Suci Pontianak, Herry Sandra, membenarkan adanya surat pengunduran diri yang telah disampaikan Simon Soetjipto kepada Dewan Pembina yayasan.

Menurut Herry, kondisi kesehatan menjadi salah satu pertimbangan utama Simon dalam mengajukan permohonan pengunduran diri tersebut. Simon disebut membutuhkan waktu untuk berkonsentrasi pada proses pemulihan serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Bapak Simon Soetjipto dalam pemulihan kesehatan dan mesti sering check up. Surat pengunduran diri sudah disampaikan kepada Dewan Pembina,” ujar Herry Sandra, Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 07.11 WIB.

Meski surat pengunduran diri telah disampaikan, Herry menegaskan bahwa keputusan akhir belum ditetapkan. Permohonan tersebut masih berada dalam proses pembahasan Dewan Pembina Yayasan Bhakti Suci.

“Dan masih dalam proses sambil menunggu hasil rapat Dewan Pembina,” katanya.

Herry menjelaskan, Dewan Pembina nantinya akan membahas langkah organisasi setelah menerima permohonan pengunduran diri tersebut, termasuk menentukan keputusan terhadap posisi Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci.

“Langkah apa yang akan diputuskan atas permohonan pengunduran diri beliau,” lanjut Herry.

Dengan adanya permohonan pengunduran diri tersebut, roda organisasi Yayasan Bhakti Suci untuk sementara tetap berjalan melalui struktur kepengurusan yang ada. Dewan Pembina memiliki kewenangan untuk menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan ketentuan organisasi dan kebutuhan yayasan.

Sebelumnya, Herry Sandra juga menyampaikan bahwa Dewan Pembina akan menentukan siapa yang ditunjuk apabila terdapat halangan dalam menjalankan tugas kepemimpinan maupun apabila masa jabatan pengurus telah berakhir.

Karena itu, pengunduran diri Simon Soetjipto belum serta-merta berarti terjadi pergantian kepemimpinan secara definitif. Keputusan mengenai siapa yang akan menjalankan kepemimpinan selanjutnya masih menunggu rapat dan keputusan Dewan Pembina.

Situasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya keberadaan Dewan Pembina dalam memastikan keberlangsungan aktivitas dan program Yayasan Bhakti Suci tetap berjalan di tengah adanya perubahan dalam kepengurusan.

Berdasarkan struktur kepengurusan yang disampaikan, Yayasan Bhakti Suci Pontianak memiliki sejumlah tokoh yang tergabung dalam Dewan Pembina maupun Dewan Pengurus.

Dewan Pembina terdiri dari Tjioe Kui Sim, Abu Hasan, Halim Irejo, Lindra Lie dan Susanto Muliawan Lim.

Sementara dalam Dewan Pengurus, Simon Soetjipto atau Tjiu Sim Pheng tercatat sebagai Ketua Umum. Posisi Wakil Ketua diisi Yo Siak Hong atau Hartono, Hartono Azaz dan Buyung Bunardi.

Selanjutnya terdapat Alex Hasim serta Dji Ki Fa atau Paulus Djimanto. Posisi Sekretaris dijabat Herry Sandra, dengan Ariadi sebagai Wakil Sekretaris. Untuk Sekretaris Bahasa Mandarin dijabat Liaw Sie Bun.

Sedangkan Bendahara Umum dijabat Larryandie Suharno Ng dan Wakil Bendahara Juliana Soetjipto.

Dengan komposisi tersebut, kepengurusan YBS tidak hanya bertumpu pada satu figur, tetapi memiliki struktur organisasi yang melibatkan Dewan Pembina dan Dewan Pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan.

Yayasan Bhakti Suci merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan yang dikenal di Kota Pontianak. Keberadaan yayasan ini tidak terlepas dari aktivitas sosial dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya melalui berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari kiprah yayasan di tengah masyarakat.

Sebagai sebuah yayasan, Yayasan Bhakti Suci memiliki struktur organisasi yang terdiri dari Dewan Pembina dan Dewan Pengurus. Struktur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan yayasan berjalan secara terarah sekaligus menjaga kesinambungan organisasi.

Kiprah organisasi sosial seperti YBS juga memiliki arti penting dalam membangun kepedulian dan kebersamaan masyarakat Pontianak. Kehadiran yayasan menjadi wadah bagi pengurus dan para pihak yang terlibat untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial serta membangun hubungan kemasyarakatan.

Dalam menjalankan roda organisasi, keberadaan Dewan Pembina menjadi salah satu unsur penting, terutama dalam menentukan kebijakan strategis dan memastikan kepengurusan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan yayasan.

Pergantian atau perubahan kepemimpinan, termasuk pengajuan pengunduran diri Ketua Umum, pada akhirnya merupakan bagian dari dinamika organisasi. Hal tersebut juga menjadi kewenangan internal yayasan untuk menentukan langkah terbaik bagi keberlangsungan organisasi.

Sementara itu, pengunduran diri Simon Soetjipto lebih banyak dikaitkan dengan kebutuhan untuk memprioritaskan kondisi kesehatan.

Herry Sandra menyebut Simon masih harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan kondisi tersebut, Simon memilih untuk mengajukan pengunduran diri sehingga dapat lebih fokus terhadap proses pemulihan.

Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa proses regenerasi dan keberlanjutan kepemimpinan di Yayasan Bhakti Suci akan ditentukan melalui mekanisme organisasi.

Hingga saat ini, Dewan Pembina masih menunggu proses rapat untuk menentukan keputusan atas surat pengunduran diri Simon Soetjipto, termasuk kemungkinan penunjukan figur yang akan menjalankan tugas kepemimpinan YBS selanjutnya.

Dengan demikian, posisi Ketua Umum Yayasan Bhakti Suci Pontianak untuk saat ini masih menunggu keputusan resmi Dewan Pembina. Sementara Simon Soetjipto dapat lebih berkonsentrasi pada pemulihan kesehatan dan menjalani pemeriksaan medis secara berkala. (aju)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda