KUBU RAYA, SP - Lanud Supadio bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat sinergi dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat.
Hal tersebut disampaikan Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., dalam konferensi pers di Apron Lanud Supadio, Jumat (21/8/2026).
Danlanud Supadio menjelaskan, Satgas Udara Penanganan Karhutla telah menyiapkan delapan armada udara, terdiri dari enam armada di Lanud Supadio dan dua armada di Kabupaten Ketapang.
Armada tersebut disiagakan untuk mendukung patroli udara dan water bombing. Selain itu, Lanud Supadio juga mendukung penanganan Karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyiapkan material semai yang siap digunakan sesuai kebutuhan.
“Untuk water bombing merupakan langkah terakhir dengan melihat kondisi Karhutla di suatu wilayah. Hari ini kami mengerahkan helikopter Sikorsky UH-60L untuk melakukan water bombing di Desa Mekar Sari, Kabupaten Kubu Raya,” ujar Danlanud.
Turut hadir Plt. Kepala BPBD Kalbar, Ridwan, yang menyampaikan bahwa penanganan Karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh Satgas Darat dan Satgas Udara melalui kolaborasi BPBD, TNI/Polri, Manggala Agni, DLHK, Satpol PP, serta unsur terkait lainnya.
Sinergi seluruh unsur tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan Karhutla dan mencegah kebakaran meluas di wilayah Kalimantan Barat. (*)