KUBU RAYA, SP – Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta Pertamina segera mengambil langkah strategis guna mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU yang mulai muncul di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan antrean BBM yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang serta mulai terlihat di sejumlah titik di Kubu Raya, salah satunya di wilayah Wonodadi.
Menurut Sujiwo, meski kondisi antrean di Kubu Raya belum separah daerah lain, Pertamina diminta tidak menunggu situasi memburuk. Ia meminta perusahaan segera melakukan pemetaan wilayah rawan, memperketat pengawasan distribusi BBM, serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif.
"Kepada Pertamina, segera lakukan pemetaan wilayah rawan, perketat pengawasan distribusi BBM, serta siapkan langkah-langkah antisipatif," kata Sujiwo, Senin (27/7).
Bupati menilai masyarakat saat ini telah menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi ekonomi yang belum stabil, hingga musim kemarau yang menyebabkan debit Sungai Kapuas menurun dan berpotensi memicu intrusi air laut ke saluran air bersih. Karena itu, ia menegaskan agar persoalan antrean BBM tidak menambah beban masyarakat.
Sujiwo juga mendorong Pertamina memperkuat pengawasan melalui kolaborasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat agar distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.
Ia berharap langkah-langkah preventif dan konkret segera dilakukan sehingga peristiwa antrean BBM yang sempat menghebohkan di sejumlah daerah tidak kembali terulang di Kubu Raya.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat, saya meminta Pertamina segera melakukan pemetaan, pengawasan yang ketat, serta langkah-langkah strategis dan konkret agar antrean BBM tidak kembali terjadi. Jangan sampai masyarakat yang sudah menghadapi berbagai kesulitan harus menanggung beban tambahan," tegas Sujiwo. (mar)