SANGGAU. SP - Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bafan Penanggulangan Brncana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau melaksanakan kegiatan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Karhutla di Desa Suka Gerundi, Kecamatan Parindu. Kabupaten Sanggau.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penyebab terjadinya Karhutla, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, kesehatan, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai Perda No 14 Tahun 2022 serta langkah-langkah pencegahan, deteksi dini, dan tata cara pelaporan apabila ditemukan potensi maupun kejadian kebakaran," jelas Kasi Pencegahan BPBD Sanggau Kristian Hendro,S.K.M saat menjafi Narasumber yang didampingi Anali Bencana dan Layanan Oprasional Pemula BPBD
Hendro menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memberikan arahan dan panduan bagi pihak dalam pencegahan karhutla berbasis pemberdayaan masyarakat dan Pemerintahan Desa memberikan keterampilan dalam pencegahaan karhutla.
"Harapan kami dengan dilakukannya sosialisasi ini dapat meningkatkan pengetahuan , kesadaran, keterampilan dan tanggung jawab serta peran aktif masyarakat dalam pencegahan karhutla, dengan memperhatikankearifan lokal," jelasnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut yang dihadiri Forkopimcam Parindu, Babinsa, Kepala Desa Suka Gerundi, Ketua BPD, Kawil, Kadat dan Tokoh Masyarakat da perwakilan Masyarakat Peduli Bencana Suka Gerundi.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Sanggau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran serta meningkatkan kepedulian dalam upaya pencegahan bencana.
Dengan semangat "Tanggap, Tangkas, Tangguh", diharapkan terwujud masyarakat yang sadar risiko bencana, peduli terhadap lingkungan, dan mampu berperan aktif dalam mewujudkan Kabupaten Sanggau yang aman dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan. (Dit)