Singkawang post author Kiwi 28 Juli 2026

Manggala Agni Singkawang Deteksi 218 Hotspot Sejak Februari 2026

Photo of Manggala Agni Singkawang Deteksi 218 Hotspot Sejak Februari 2026 Upaya pemadaman Karhutla di Kota Singkawang

SINGKAWANG, SP - Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang merilis selama periode Februari hingga saat ini, telah terdeteksi sekitar 218 hotspot di wilayah Kota Singkawang.

"Seluruh informasi hotspot tersebut segera kami tindak lanjuti melalui kegiatan groundcheck untuk memastikan kondisi di lapangan sehingga setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin," kata Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, Selasa (28/7).

Upaya deteksi dini yang didukung patroli rutin dan patroli mandiri terus pihaknya optimalkan agar respons terhadap setiap indikasi kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan tepat sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

"Deteksi dini menjadi kunci utama dalam upaya pengendalian karhutla di Kota Singkawang," ujarnya.

Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, katanya, penyebab utama kejadian Karhutla masih didominasi oleh aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar.

"Setiap informasi hotspot yang diterima segera ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan, pemadaman secara mandiri maupun bersama lintas instansi, pendinginan pada lokasi kebakaran, serta pemberian imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan," ungkapnya.

Kemudian, menghadapi ancaman fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kota Singkawang terus ditingkatkan.

"Sejak Januari 2026, tim gabungan secara konsisten melaksanakan berbagai langkah antisipatif guna mencegah meluasnya titik api pada kawasan-kawasan rawan kebakaran," jelasnya.

Berdasarkan data hitungan luas Karhutla berdasarkan data "sipongi.gakkum.kehutanan.go.id luas Karhutla di Kota Singkawang selama periode Januari-Juni 2026 tercatat mencapai ± 374,74 hektare.

"Tim Manggala Agni Daops Singkawang secara konsisten memantau setiap kemunculan titik panas (hotspot) yang terdeteksi melalui aplikasi SIPONGI. Setiap hotspot yang terpantau selanjutnya dianalisis dan diverifikasi melalui pengecekan lapangan (groundcheck) untuk memastikan kondisi aktual di lokasi serta menentukan langkah penanganan yang diperlukan," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah II Pontianak, Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan, Sahat Irawan Manik mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.

"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh warga dan pelaku usaha di Singkawang untuk tidak lagi melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan perkebunan. Mari cegah bencana asap demi kesehatan dan kelestarian lingkungan," ajaknya.

Tim gabungan berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat deteksi dini, serta memperluas patroli pencegahan bersama para pihak guna memastikan wilayah Kota Singkawang tetap aman dan terkendali dari ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. (rud)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda