Ponticity post author Kiwi 28 Juli 2026

Cetak Sejarah Baru di Tanah Borneo: PPAr UNTAN Kukuhkan Lulusan Angkatan Pertama, Perkuat Ekosistem Arsitek Kalbar

Photo of Cetak Sejarah Baru di Tanah Borneo: PPAr UNTAN Kukuhkan Lulusan Angkatan Pertama, Perkuat Ekosistem Arsitek Kalbar

PONTIANAK, SP – Dunia pendidikan tinggi dan profesi arsitektur di Pulau Kalimantan mencatat sejarah baru.

Jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (UNTAN) resmi mengukuhkan 11 lulusan pertama Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) Angkatan I dalam prosesi kelulusan yang berlangsung khidmat di Hotel Ibis Pontianak, Senin (27/7/2026).

Momentum ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi tonggak bersejarah lahirnya lulusan Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) pertama di Pulau Kalimantan.

Kehadiran para lulusan tersebut menandai semakin lengkapnya ekosistem pendidikan dan profesi arsitek di Kalimantan Barat (Kalbar), sekaligus membuka babak baru bagi pengembangan sumber daya manusia di bidang arsitektur.

Prosesi pengukuhan turut dihadiri sejumlah tokoh penting dan pimpinan organisasi profesi arsitektur tingkat nasional, di antaranya Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Nasional, Ar. Gregorius Budi Yulianto, IAI; Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI), Dr. Yulianto P. Prihatmaji, S.T., M.T., IPM, IAI; Pengurus LSP SARSI, Ar. Bagus Harri Mardoyo, IAI; serta Ketua Dewan Arsitek Indonesia, Ar. Ahmad Saladin, IAI.

Kehadiran para pemangku kepentingan nasional tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap perkembangan pendidikan profesi arsitek di Kalimantan sekaligus menegaskan posisi strategis PPAr UNTAN dalam mendukung pembangunan kawasan Borneo yang berkelanjutan.

Ketua IAI Kalbar yang juga Koordinator Program Studi PPAr UNTAN, Ar. M. Ridha Alhamdani, IAI, mengatakan kelulusan angkatan perdana ini menjadi langkah penting dalam menyempurnakan ekosistem pendidikan arsitektur di Kalbar.

"Kelulusan PPAr ini menjadi penguat ekosistem pendidikan dan profesi arsitek di Kalimantan Barat. Kini rantai pendidikan arsitektur telah lengkap, mulai dari jenjang Diploma III dan Diploma IV di Politeknik Negeri Pontianak hingga Sarjana Arsitektur dan Pendidikan Profesi Arsitek di Universitas Tanjungpura," tegas Ridha.

Menurutnya, selain jalur pendidikan yang kini semakin utuh, Kalimantan Barat juga telah memiliki infrastruktur pendukung profesi yang memadai. Fasilitas penyelenggaraan Ujian Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) maupun Tempat Uji Kompetensi (TUK) LSP SARSI telah tersedia di daerah.

Dengan tersedianya sarana tersebut, proses pembinaan, sertifikasi, hingga peningkatan kompetensi arsitek lokal dapat dilaksanakan secara mandiri tanpa harus bergantung pada daerah lain. Kondisi ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya arsitek profesional yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Meski demikian, Ridha menilai masih terdapat pekerjaan besar yang harus diwujudkan, yakni mendorong percepatan implementasi lisensi praktik arsitek sebagai penyempurnaan ekosistem profesi di Kalbar.

Sebagai pelopor Program Pendidikan Profesi Arsitek pertama di Pulau Kalimantan, PPAr UNTAN diharapkan terus menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya arsitek-arsitek yang profesional, berintegritas, dan memiliki daya saing tinggi.

Keberadaan mereka diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks, sekaligus menghadirkan karya-karya arsitektur yang adaptif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan demi kemajuan Kalimantan dan Indonesia. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda