SINGKAWANG, SP - Momentum pelaksanaan Gashuku dan Ujian DAN INKAI Zona 2 Kalimantan Tahun 2026 di Kota Singkawang menjadi catatan bersejarah bagi keluarga besar Institut Karate-Do Indonesia (INKAI).
Selain diikuti 217 karateka dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat yang mengikuti ujian kenaikan tingkat DAN dan sabuk hitam, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penganugerahan Sabuk Hitam DAN V Kehormatan kepada Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam pembinaan olahraga karate, khususnya di lingkungan INKAI Kota Pontianak.
Kegiatan yang berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Randayan Meeting Room, Taman Pasir Panjang Indah, Kota Singkawang, tersebut dihadiri jajaran Pengurus Provinsi INKAI Kalimantan Barat, Pengurus FORKI Kalbar, pelatih, para penguji, serta ratusan karateka dari berbagai dojo di Kalimantan Barat.
Pemberian Sabuk Hitam DAN V Kehormatan menjadi salah satu agenda istimewa dalam rangkaian Gashuku.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Satarudin atas komitmen dan kepeduliannya dalam mendukung pembinaan atlet karate, pengembangan organisasi, serta peningkatan prestasi INKAI Kota Pontianak.
Ketua FORKI Kota Pontianak Zakaria, S.Pd. mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada Satarudin. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas peran nyata dalam membangun ekosistem olahraga karate di Kota Pontianak.
"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Satarudin atas penganugerahan Sabuk Hitam DAN V Kehormatan. Beliau selama ini menunjukkan komitmen yang luar biasa terhadap pembinaan olahraga, khususnya karate melalui INKAI Kota Pontianak.
Dukungan beliau bukan hanya bersifat moral, tetapi juga nyata dalam mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi. Semoga penghargaan ini semakin memotivasi semua pihak untuk bersama-sama memajukan karate di Kota Pontianak dan Kalimantan Barat," ujar Zakaria.
Sementara itu, Satarudin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan keluarga besar INKAI. Ia menilai penghargaan tersebut bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah untuk terus memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui olahraga karate.
"Saya merasa terhormat menerima Sabuk Hitam DAN V Kehormatan dari INKAI. Ini bukan hanya penghargaan pribadi, tetapi penghargaan bagi seluruh insan olahraga di Kota Pontianak yang terus bekerja membangun prestasi. Saya percaya karate bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga pendidikan karakter yang mengajarkan disiplin, integritas, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah. Saya akan terus mendukung kemajuan INKAI dan pembinaan atlet di Kalimantan Barat," kata Satarudin.
Di sisi lain, pelaksanaan ujian kenaikan tingkat diikuti sebanyak 217 karateka yang telah memenuhi persyaratan administratif maupun teknis untuk mengikuti ujian DAN dan sabuk hitam.
Selama dua hari, para peserta menjalani berbagai materi, mulai dari penguatan teknik dasar (kihon), jurus (kata), kumite, hingga pembinaan mental, etika karate, dan wawasan organisasi.
Ketua Umum Pengurus Pusat (Ketum PP) INKAI, Laksamana Muda (Laksda) TNI Dr. Ivan Yulivan, S.E., M.M., CHRMP., M.Tr (Han), dalam sambutan tertulisnya menegaskan bahwa Gashuku dan Ujian DAN merupakan proses pembentukan karakter seorang karateka, bukan sekadar penilaian kemampuan teknik.
"Sabuk hitam bukanlah akhir dari perjalanan seorang karateka, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Seorang pemegang DAN harus menjadi teladan dalam integritas, kedisiplinan, kerendahan hati, serta mampu menjaga nama baik organisasi dan membina generasi penerus. Karena itu, proses Gashuku dan Ujian DAN harus dijalani dengan penuh kesungguhan," ujar Ketua Umum PP INKAI.
Ia juga mengapresiasi semangat para karateka Kalimantan Barat yang terus menunjukkan perkembangan positif dalam pembinaan organisasi maupun prestasi atlet.
Menurutnya, konsistensi pelaksanaan Gashuku menjadi bukti bahwa INKAI terus menjaga kualitas sumber daya manusia serta regenerasi pelatih dan atlet yang berkarakter.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta mendapatkan pembinaan langsung dari tim penguji dan instruktur yang ditunjuk Pengurus Pusat INKAI. Materi yang diberikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan teknik, tetapi juga memperkuat filosofi karate sebagai jalan pembentukan karakter.
Mengusung semangat "Integritas Tinggi, Tangguh, Rendah Hati dan Berprestasi Menuju Karate Bermartabat" dengan motto "Satu Jiwa, Satu Rasa, Satu Tujuan," kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan karateka-karateka berkualitas yang siap mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional maupun internasional.
Pelaksanaan Gashuku dan Ujian DAN Zona 2 Kalimantan di Kota Singkawang sekaligus mempertegas komitmen INKAI dalam menjaga standar pembinaan sabuk hitam secara profesional, berintegritas, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat membangun karate Indonesia yang berprestasi dan bermartabat. (mul)