SAMBAS, SP - Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) West Borneo Vespa Lovers (WBVL) kembali menunjukkan komitmennya dalam menggabungkan kegiatan kemanusiaan, pelestarian lingkungan, dan persaudaraan antar-scooterist dalam rangkaian Parade Scooter Borneo (PSB) XXI Tahun 2026 yang berlangsung di kawasan wisata Temajok, Kabupaten Sambas, Sabtu (25/7/2026).
Sejak siang hingga sore hari, rombongan FRKP West Borneo Vespa Lovers bersama ratusan scooterist dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei mengikuti berbagai kegiatan sosial yang telah menjadi agenda utama PSB XXI.
Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial kepada masyarakat, pelepasan tukik (anak penyu) di pesisir Temajok sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, serta rolling wisata mengelilingi destinasi-destinasi unggulan di Temajok.
Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan menjadi momentum mempererat persahabatan lintas negara melalui semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas komunitas Vespa di Pulau Borneo.
Penasehat FRKP West Borneo Vespa Lovers, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar meskipun sempat diwarnai padamnya aliran listrik di kawasan Temajok pada malam hari.
"Parade Scooter Borneo bukan sekadar ajang berkumpul para pecinta Vespa, tetapi menjadi ruang untuk berbagi kasih, memperkuat persaudaraan, sekaligus menanamkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Melalui bakti sosial, pelepasan tukik, hingga rolling wisata, kami ingin meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat Temajok," ujar Bruder Stephanus Paiman OFMCap.
Menurut Bruder yang akrab disapa Bruder Steph itu, kegiatan tersebut juga menjadi momen yang sangat berkesan karena dirinya kembali bertemu dengan sejumlah sahabat scooterist dari Sabah, Malaysia, yang pernah memberikan bantuan ketika dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas di Sabah pada tahun 2023.
"Saya sangat terharu bisa kembali bertemu dengan saudara-saudara dari Sabah. Mereka adalah orang-orang yang tanpa pamrih membantu saya ketika mengalami kecelakaan di Sabah beberapa tahun lalu. Pertemuan ini membuktikan bahwa persaudaraan dalam komunitas Vespa tidak mengenal batas negara. Sekali saudara, tetap saudara," ungkapnya.
Sebagai bentuk penghormatan kepada tamu-tamu dari Malaysia, khususnya scooterist asal Sabah dan Kuching, FRKP WB Vespa Lovers juga menggelar malam keakraban melalui acara makan malam bersama dengan sajian utama ikan Napoleon panggang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana namun penuh nuansa kekeluargaan di lokasi penginapan peserta, yang secara kebetulan berdampingan dengan penginapan rombongan scooterist dari Malaysia.
Bruder Steph, Sang Tokoh Kemanusiaan Kalbar menjelaskan bahwa seluruh ikan yang dipanggang telah dibumbui dan disiapkan berkat dukungan dari Brigadir Jenderal TNI (Mar) Yustinus Rudiman, yang saat ini menjabat sebagai Sahli Kasal Tingkat III Bidang Teknik Pernika dan Siber setelah mendapat promosi pangkat bintang satu pada Juli 2026.
Brigadir Jenderal TNI (Mar) Yustinus Rudiman melalui Kolonel Laut (P) Wahyu Rozana, S.E., M.Han., yang saat ini menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII.
Selain itu, persiapan konsumsi juga dibantu oleh sejumlah relawan yang dengan penuh semangat mengurus proses pemanggangan ikan hingga siap disajikan kepada para peserta.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Brigadir Jenderal TNI (Mar) Yustinus Rudiman dan Kolonel Laut (P) Wahyu Rozana dan jajaran TNI Angkatan Laut yang telah memberikan dukungan sehingga malam kebersamaan ini dapat terlaksana dengan baik.
Terima kasih juga kepada Bapak Togianto dan Bapak Diki yang sejak awal sibuk menyiapkan seluruh kebutuhan untuk kegiatan makan malam bersama. Dukungan seperti ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat," tutur Bruder Steph.
Ia menambahkan, kebersamaan lintas negara yang terjalin dalam Parade Scooter Borneo merupakan modal penting untuk terus memperkuat hubungan masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Kami percaya bahwa persaudaraan adalah bahasa yang dipahami semua orang. Melalui komunitas Vespa, kami ingin membangun jembatan persahabatan, memperkuat solidaritas kemanusiaan, serta mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan dan merawat keberagaman.
Semoga semangat ini terus hidup dalam setiap Parade Scooter Borneo di masa mendatang," pungkasnya.
Parade Scooter Borneo XXI Tahun 2026 di Temajok diikuti ratusan scooterist dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari Malaysia dan Brunei Darussalam.
Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas Vespa se-Pulau Borneo, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai agenda sosial, pelestarian lingkungan, hiburan, serta promosi destinasi wisata Temajok sebagai salah satu kawasan perbatasan yang memiliki potensi wisata bahari dan konservasi penyu yang menjadi kebanggaan Kalimantan Barat. (mul)