Singkawang post author Kiwi 25 Juli 2026

Ekspedisi Leimena, Cara BEM Universitas OSO Cetak Pemimpin Muda Berjiwa Pengabdian

Photo of Ekspedisi Leimena, Cara BEM Universitas OSO Cetak Pemimpin Muda Berjiwa Pengabdian

SINGKAWANG, SP – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas OSO Pontianak melalui Kabinet Leimena Muda menggelar Ekspedisi Leimena di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Mengusung tema “Belajar, Mengabdi, dan Menutup dengan Bermakna”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang memadukan studi banding, pengabdian kepada masyarakat (PKM), dan kemah kepemimpinan dalam satu rangkaian agenda.

Berbeda dengan program kemahasiswaan pada umumnya, Ekspedisi Leimena dirancang tidak hanya untuk memperkuat kapasitas internal organisasi, tetapi juga membangun kepedulian sosial, memperluas jejaring antarlembaga mahasiswa, serta membentuk karakter kepemimpinan melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat (18/7/2026) ketika rombongan BEM Universitas OSO Pontianak tiba di kawasan Pantai Gratis, Kota Singkawang. Seluruh peserta bersama-sama mendirikan tenda yang menjadi pusat aktivitas selama ekspedisi berlangsung.

Momen tersebut dimanfaatkan untuk membangun kekompakan antarpengurus, mempererat komunikasi, sekaligus menyiapkan seluruh agenda yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya.

Memasuki hari kedua, Sabtu (19/7/2026) peserta melaksanakan studi banding bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Sains Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang.

Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dengan membahas berbagai isu strategis organisasi kemahasiswaan, mulai dari sistem kaderisasi, tata kelola organisasi, penyusunan program kerja, hingga tantangan gerakan mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.

Presiden Mahasiswa Universitas OSO Pontianak, Irvan Surya, mengatakan studi banding merupakan bagian penting dari proses belajar organisasi agar mampu terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"Kami percaya organisasi yang baik adalah organisasi yang tidak pernah berhenti belajar. Studi banding ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi ruang untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi. Dari pertemuan seperti ini lahir semangat kolaborasi yang akan memperkuat gerakan mahasiswa di Kalimantan Barat agar semakin adaptif, progresif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah sesi diskusi, kedua organisasi mahasiswa melanjutkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di kawasan Pantai Gratis Singkawang.

Melalui aksi bersih-bersih pantai, mahasiswa tidak hanya membantu menjaga kebersihan kawasan wisata, tetapi juga memberikan edukasi kepada anak-anak pesisir mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar sekaligus menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Irvan, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Pengabdian bukan sekadar agenda dalam program kerja, tetapi bagian dari jati diri mahasiswa. Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan organisasi memiliki dampak, sekecil apa pun, bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” katanya.

Menjelang malam, seluruh peserta mengikuti Leimena Camp, sebuah kegiatan refleksi organisasi yang dikemas dalam suasana kebersamaan di tepi Pantai Gratis.

Melalui diskusi kepemimpinan, evaluasi organisasi, refleksi perjalanan kepengurusan, hingga kegiatan api unggun, para peserta diajak meninjau kembali proses yang telah dilalui selama menjalankan amanah organisasi.

Suasana penuh keakraban terasa ketika para pengurus saling berbagi pengalaman, tantangan, hingga pelajaran yang diperoleh selama berorganisasi. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa organisasi mahasiswa bukan sekadar tempat menjalankan program kerja, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan persaudaraan.

Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Irvan menegaskan bahwa Ekspedisi Leimena merupakan representasi semangat Kabinet Leimena Muda dalam membangun organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.

"Ekspedisi Leimena bukan sekadar perjalanan ataupun kegiatan organisasi. Program ini kami rancang sebagai ruang belajar yang menggabungkan kolaborasi, pengabdian, dan refleksi dalam satu rangkaian kegiatan. Kami ingin setiap pengurus tidak hanya berkembang dalam kemampuan berorganisasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, mampu bekerja sama, serta siap menjadi pemimpin yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Bagi kami, organisasi bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi tentang membentuk karakter, memperkuat nilai kebersamaan, dan menyiapkan generasi muda yang siap mengabdi di mana pun berada,” tegasnya.

Melalui Ekspedisi Leimena, BEM Universitas OSO Pontianak berharap semangat belajar, kolaborasi, dan pengabdian dapat tumbuh menjadi budaya organisasi. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas pengurus, tetapi juga menjadi inspirasi bagi organisasi kemahasiswaan lainnya untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperluas jejaring gerakan mahasiswa di Kalimantan Barat.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda