Sanggau post author elgiants 24 Juli 2026

Fransiskus Taufik Bantah Keras Terlibat PETI, Lanting Tambang Ilegal di Sanggau Dibakar

Photo of Fransiskus Taufik Bantah Keras Terlibat PETI, Lanting Tambang Ilegal di Sanggau Dibakar

Peristiwa pembakaran sejumlah lanting dan peralatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Buayan, Desa Pampang Dua, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, pada Senin (20/7/2026) menyimpan fakta baru.

?Aksi warga yang semula dinilai sebagai puncak keresahan atas pencemaran sungai dan kerusakan lingkungan tersebut, kini diwarnai dugaan keterlibatan oknum pejabat lokal yang seharusnya melakukan pengawasan.

?Berdasarkan informasi dari sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, muncul nama dua tokoh yang diduga menjadi pelindung sekaligus pihak yang memprovokasi pembakaran tersebut. Kedua oknum itu berinisial FT (anggota DPRD Kabupaten Sanggau) dan M (Kepala Desa setempat). Keduanya juga diduga rutin menerima uang upeti dari para pelaku PETI.

?"Selama tiga bulan terakhir, kami menyetor Rp500.000 per lanting kepada Pak Dewan, dan jumlah yang sama juga untuk Pak Kades," ungkap sumber tersebut.

?Sumber itu menambahkan, aktivitas penambangan sebelumnya berjalan lancar selama setoran diberikan secara rutin. Masalah mulai timbul saat pengelola pemungutan upeti diduga menggelapkan uang yang seharusnya diserahkan kepada kedua pihak tersebut.

?"Ketika kami sampaikan soal penggelapan itu, mereka marah dan mengancam akan melaporkan kami ke polisi," ujarnya.

?Kemarahan tersebut diduga disalurkan dengan memprovokasi warga untuk membakar aset penambangan di lokasi.

?"Yang dibakar hanya tiga unit milik keluarga saya, padahal di sana ada 20 set lanting lain yang beroperasi. Kalau benar-benar benci PETI, mengapa tidak dibakar semuanya?" keluhnya.

?Clarifikasi dan Bantahan Fransiskus Taufik

?Merespons isu yang beredar luas di media online dan media sosial, Anggota DPRD Kabupaten Sanggau dari Fraksi Partai Golkar, Fransiskus Taufik, memberikan klarifikasi tegas pada Jumat (24/7/2026). Ia membantah keras tuduhan terlibat maupun menerima upeti dari aktivitas PETI tersebut.

?"Informasi yang mengaitkan nama saya dengan praktik tambang ilegal tidak berdasar dan bertentangan dengan fakta. Saya tegaskan, saya sama sekali tidak terlibat dalam aktivitas tersebut," tegas Fransiskus.

?Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh upaya pemberantasan PETI demi menjaga kelestarian lingkungan.

?"Saya siap turun langsung ke lapangan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya PETI bagi lingkungan dan kesehatan," tambahnya.

?Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan agar isu tersebut tidak dipolitisasi atau disebarluaskan tanpa bukti yang sah.

?"Penyelesaian harus berdasarkan fakta dan penegakan hukum yang objektif. Saya mengimbau masyarakat agar bijak menyikapi informasi yang belum terverifikasi, supaya tidak merusak nama baik pihak lain," ujarnya.

?Fransiskus berharap polemik ini dapat segera mereda dan aparat penegak hukum dapat menindak tegas para pelaku kejahatan lingkungan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. (dit)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda