Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan, menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, pengalaman Sudaryono selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian menjadi modal penting untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah.
Norsan menilai, rekam jejak Sudaryono di bidang ketahanan pangan memberikan optimisme bahwa BGN akan mampu menjalankan tugasnya secara lebih efektif, terutama dalam memastikan ketersediaan bahan baku pangan yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.
Ia mengatakan, selama berada di Kementerian Pertanian, Sudaryono terlibat aktif dalam mengawal kebijakan ketahanan pangan nasional, termasuk mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal agar dapat menjadi penopang utama kebutuhan program gizi pemerintah.
“Kami yakin dengan pengalaman beliau selama menjadi Wakil Menteri Pertanian yang mengawal ketahanan pangan, di mana beliau mengintegrasikan ketersediaan bahan baku pangan lokal untuk menopang kebutuhan program gizi secara nasional,” ujar Norsan yang juga Ketua HKTI Kalbar ini.
Menurut Norsan, kemampuan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Sebab, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada distribusi makanan, tetapi juga pada kesiapan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Norsan menyebut Sudaryono bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan juga termasuk salah satu tokoh yang terlibat sejak awal dalam penyusunan Program Makan Bergizi Gratis. Mulai dari penyusunan konsep, perencanaan, formulasi kebijakan, hingga aspek teknis pelaksanaan di lapangan, menurutnya, Sudaryono memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap program tersebut.
Karena itu, ia optimistis proses implementasi Program Makan Bergizi Gratis akan semakin terarah dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
“Kami yakin di tangan beliau Program Makan Bergizi Gratis akan dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat,” katanya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik, Norsan menilai program tersebut juga memiliki nilai strategis dalam menggerakkan roda perekonomian, khususnya di daerah.
Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis akan membuka pasar yang lebih luas bagi hasil produksi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku usaha pangan lokal. Kondisi itu diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.
Menurutnya, apabila bahan baku yang digunakan berasal dari daerah, manfaat ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh pemerintah sebagai penyelenggara program, tetapi juga oleh masyarakat yang menjadi pelaku utama sektor pangan.
“Program ini juga akan membuka pasar yang lebih luas untuk petani, nelayan, dan peternak sehingga akan menciptakan multiplier effect terhadap perekonomian daerah dan nasional,” ungkapnya.
Norsan berharap, di bawah kepemimpinan Sudaryono, Badan Gizi Nasional dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dengan kolaborasi yang baik, program tersebut diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan pelaku usaha lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat. (din/bob)