MEMPAWAH,SP – Sejauh mata memandang, kawasan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) tampak mendominasi cakrawala Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Di balik deru mesin yang mengolah tanah merah serta kepulan uap pabrik pemurnian bauksit menjadi alumina tersebut, tersimpan cerita tentang perubahan nasib masyarakat lokal.
?Kehadiran PT BAI di Kabupaten Mempawah menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjalankan program hilirisasi nasional, guna mendorong kemandirian industri dalam negeri. Tak hanya mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah, industri ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya warga Kabupaten Mempawah.
?Beroperasinya kawasan industri PT BAI memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, banyak putra daerah Mempawah yang telah bekerja di berbagai bidang, mulai dari operator dan teknisi hingga tenaga pendukung lainnya.
?Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Kabupaten Mempawah, Johana sari margiani mengakui bahwa sejak awal PT BAI sudah berkomitmen untuk memprioritaskan warga lokal sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
?“Komitmen proyek strategis nasional ini memang memprioritaskan pekerja lokal, tentu sesuai dengan kompetensi yang mereka (perusahaan) butuhkan,” ujar Johana.
?Untuk menjembatani kebutuhan industri modern dengan kesiapan mental serta keterampilan generasi muda Mempawah, pemerintah daerah bergerak cepat menyesuaikan fokus pendidikan agar sejalan dengan kebutuhan perusahaan.
Lulusan SMA dan SMK tidak lagi dilepas tanpa arah, melainkan dibekali keahlian spesifik yang dibutuhkan pasar kerja, seperti teknik mesin, kelistrikan, dan bidang lainnya. ?Kurikulum sekolah dan program magang juga diselaraskan (link and match) antara dunia pendidikan dan dunia industri.
?“Kami bekerja sama dalam mempersiapkan lulusan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Bahkan, kami bersama pihak PT BAI juga telah menjalin kerja sama terkait program magang bagi para siswa,” kata Johana.
?Ekonomi Tumbuh di Luar Pabrik
?Nadi ekonomi tidak hanya berdenyut di dalam kawasan pabrik. Di luar gerbang PT BAI, ekosistem ekonomi baru tumbuh subur. Kehadiran ribuan pekerja menciptakan pasar yang besar bagi masyarakat sekitar.
?Warung-warung makan kini selalu ramai menjelang jam istirahat. Rumah-rumah warga beralih fungsi menjadi penginapan atau kos-kosan, sementara toko-toko kelontong mencatat peningkatan omzet. UMKM lokal pun mendapat ruang berkembang yang lebih luas.
?Pemerintah daerah tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton. Melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan, berbagai pelatihan keterampilan digelar, mulai dari tata boga pengelasan dan lainnya.
?“Kontribusi perusahaan sudah sangat baik, termasuk melalui program CSR untuk pelatihan dan peningkatan kompetensi masyarakat,” jelas Johana.
?Tak berhenti sampai di situ, dinas terkait juga terus berupaya menyebarluaskan informasi lowongan kerja, baik melalui media sosial dinas maupun dengan menyalurkannya langsung melalui grup whatsapp kepada para alumni pelatihan kerja, agar mereka tidak tertinggal dalam persaingan.
Senyum Mempawah Dalam Angka
??Seluruh upaya tersebut kini mulai membuahkan hasil. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Mempawah, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Mempawah perlahan membaik. Pada 2026, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Mempawah berhasil ditekan hingga sekitar 4,74 persen. ?Angka tersebut menjadi bukti sekaligus harapan baru bagi masyarakat lokal untuk hidup lebih sejahtera.
Bagi Mempawah, ini menjadi babak baru saat putra daerah tidak lagi harus bermimpi merantau demi masa depan, karena peluang itu kini tumbuh subur di tanah kelahiran mereka sendiri. (Ben)