Mempawah post author Kiwi 30 Juni 2026

Terminal Kijing Resmi Layani Ekspor Langsung, 180 Kontainer Senilai Rp21,4 Miliar Berlayar ke Pasar Global

Photo of Terminal Kijing Resmi Layani Ekspor Langsung, 180 Kontainer Senilai Rp21,4 Miliar Berlayar ke Pasar Global Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama jajaran Pelindo dan KSOP meresmikan ekspor perdana peti kemas melalui Terminal Kijing di Mempawah, Senin (29/6/2026). Ekspor melalui Terminal Kijing merupakan tonggak baru layanan logistik internasional

MEMPAWAH, SP -Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah mencatat sejarah baru dalam pengembangan logistik dan perdagangan internasional Kalimantan Barat. PT Pelindo resmi melepas ekspor perdana (maiden voyage) peti kemas menggunakan kapal milik PT Pulau Laut Line, menandai dimulainya layanan ekspor langsung dari Kalimantan Barat ke berbagai negara tujuan.

Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas logistik, memangkas biaya distribusi, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kalimantan Barat di pasar internasional.

Pada pelayaran perdana tersebut, sejumlah perusahaan mulai memanfaatkan layanan ekspor melalui Terminal Kijing. PT Borneo Alumina Indonesia mengirimkan 12 kontainer 20 feet berisi Alumina Hydroxide menuju Pasir Gudang, Malaysia.

PT Unicoco Industries Indonesia mengekspor dua kontainer produk olahan kelapa (Dedicated Coconut) ke tujuan yang sama, sementara PT Ferrindo mengirimkan 10 kontainer kelapa bulat ke Yangpu, Tiongkok.

Dari kawasan Tayan, PT Indonesia Chemical Alumina turut mengirimkan 150 kontainer berukuran 20 feet menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.

General Manager Pelindo Regional 2 Pontianak, Kalbar Yanto, mengatakan layanan ekspor langsung ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan efisiensi logistik bagi pelaku usaha di Kalimantan Barat.

Menurutnya, keberadaan Terminal Kijing memungkinkan eksportir mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan di luar daerah, sehingga biaya angkutan darat dapat ditekan dan waktu pengiriman menjadi lebih cepat.

“Dengan adanya layanan ini, eksportir tidak lagi bergantung pada pelabuhan di luar Kalimantan Barat. Biaya angkutan darat menjadi lebih efisien, sementara waktu pengiriman juga lebih singkat. Untuk rute Pasir Gudang tersedia layanan direct call, sedangkan komoditas tujuan Tiongkok dapat lebih cepat melalui proses transshipment di Pasir Gudang,” ujarnya.

Yanto menegaskan Pelindo akan terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan serta memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran dan pelaku usaha agar Terminal Kijing berkembang sebagai gerbang ekspor utama Kalimantan Barat.

“Pelayaran perdana ini diharapkan menjadi awal meningkatnya aktivitas ekspor melalui Terminal Kijing. Kami ingin terminal ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing produk unggulan Kalimantan Barat di pasar global, serta mendukung terwujudnya sistem logistik nasional yang lebih efisien dan kompetitif,” tambahnya.

Senada dengan itu, Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyebut ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi antara Pelindo, pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, eksportir, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Terminal Kijing kini telah didukung fasilitas bongkar muat peti kemas yang memadai sehingga siap memberikan layanan yang efektif, efisien, dan kompetitif. Namun, pengembangan terminal tetap membutuhkan dukungan ekosistem logistik yang terintegrasi, mulai dari konektivitas jalan, kelancaran distribusi barang, hingga kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Pontianak, Capt. Dian Wahdiana, mengatakan layanan peti kemas melengkapi fungsi Terminal Kijing yang kini mampu melayani berbagai aktivitas kepelabuhanan, mulai dari curah kering, curah cair, multipurpose, hingga peti kemas.

“Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Ke depan, optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan dapat berjalan semakin baik,” katanya.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi dimulainya layanan ekspor peti kemas di Terminal Kijing. Menurutnya, operasional terminal ini menjadi tonggak penting karena menandai berfungsinya pelabuhan sebagai pusat logistik dan perdagangan internasional yang telah lama dinantikan masyarakat.

Ia berharap Terminal Kijing mampu berkembang menjadi sentra ekspor-impor Kalimantan Barat sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Norsan juga meminta perusahaan yang beroperasi di kawasan pelabuhan memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Kecamatan Sungai Kunyit dan Kabupaten Mempawah, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mempercepat kemudahan investasi dan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan menuju Terminal Kijing serta rencana jalan tol Pontianak–Kijing.

Pada ekspor perdana ini, sebanyak 180 kontainer berisi aluminium, kelapa, dan minyak kelapa mentah diberangkatkan dengan total nilai ekspor mencapai sekitar Rp21,4 miliar.

Beroperasinya layanan ekspor langsung melalui Terminal Kijing diharapkan menjadi awal tumbuhnya pusat logistik internasional baru di Kalimantan Barat. Kehadiran layanan peti kemas ini tidak hanya mempercepat arus ekspor, tetapi juga membuka akses pasar global yang lebih luas, meningkatkan daya saing industri daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (jee)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda