MAKASSAR, SP - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) memperkuat konsolidasi organisasi di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Pembenahan struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan, penguatan kader, serta penjaringan figur potensial menjadi sejumlah agenda yang dibahas dalam pertemuan pengurus partai tersebut.
Konsolidasi digelar bersama jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), serta anggota DPRD dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, Rabu (21/10). Pertemuan itu dipimpin Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Patrice Rio Capella.
Patrice mengatakan, konsolidasi di Sulawesi Selatan merupakan bagian dari agenda nasional DPP Hanura. Provinsi tersebut menjadi daerah ke-24 yang dikunjungi tim Task Force. Setelah Sulawesi Selatan, tim dijadwalkan melanjutkan konsolidasi ke 14 provinsi lainnya.
Menurut Patrice, konsolidasi menjadi ruang untuk menyamakan persepsi antara pengurus pusat dan daerah, sekaligus membangun kesamaan langkah dalam menjalankan agenda organisasi. Pertemuan tersebut juga diarahkan untuk menjaga semangat kader agar tetap terlibat dalam proses pembenahan partai.
“Ya, hari ini tim Task Force melakukan konsolidasi nasional di Provinsi Sulawesi Selatan, yang merupakan provinsi ke-24 yang kami kunjungi. Kami akan mengunjungi 14 provinsi lainnya setelah Sulawesi Selatan,” kata Patrice.
Ia menjelaskan, salah satu agenda utama yang perlu dituntaskan adalah pembentukan dan penyempurnaan kepengurusan DPC serta pengurus anak cabang (PAC) di seluruh kecamatan di Sulawesi Selatan. Menurut dia, kelengkapan struktur organisasi menjadi bagian penting dalam memastikan program dan keputusan partai dapat dijalankan hingga tingkat bawah.
Setelah mendengarkan laporan Ketua DPD Hanura Sulawesi Selatan dan bertemu dengan para pengurus, Patrice menilai semangat kader di daerah tersebut masih terjaga. Kondisi itu, menurut dia, perlu diikuti dengan kerja organisasi yang konsisten agar proses konsolidasi menghasilkan perkembangan nyata.
“Setelah mendengarkan laporan dari Ketua DPD dan bertemu langsung dengan para pengurus, kami merasakan bahwa semangat Partai Hanura di Sulawesi Selatan masih terjaga dengan baik. Harapan kami, semangat ini bisa menjadi modal untuk menyelesaikan seluruh struktur partai di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Patrice mengingatkan, tantangan konsolidasi tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi kepengurusan, tetapi juga kedisiplinan dan kesungguhan kader dalam menjalankan tugas. Ia menilai, agenda organisasi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pengurus, terutama dalam menyelesaikan pekerjaan yang telah direncanakan.
Menurut dia, penguatan struktur harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang pelaksanaan pemilu. Dengan demikian, partai memiliki organisasi yang bekerja secara rutin dan mampu menjalankan fungsi politiknya di tengah masyarakat.
Dalam konteks Pemilu 2029, Patrice menyebut Hanura akan berupaya memetakan daerah pemilihan yang berpotensi menjadi sasaran perolehan kursi DPR RI. Sulawesi Selatan memiliki tiga daerah pemilihan untuk DPR RI. DPP Hanura, kata dia, berharap konsolidasi dan penguatan organisasi dapat membuka peluang bagi partai untuk kembali memperoleh kursi di daerah tersebut.
“Kalau kemalasan para pengurus DPC bisa diatasi dan agenda organisasi dijalankan dengan sungguh-sungguh, saya meyakini Hanura memiliki peluang untuk mendapatkan satu atau dua kursi dari tiga dapil DPR RI di Sulawesi Selatan,” katanya.
Patrice mengatakan, Hanura pernah memperoleh satu kursi DPR RI dari Sulawesi Selatan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pertimbangan partai dalam menyusun langkah ke depan. Namun, ia menekankan bahwa upaya membangun kembali kekuatan politik harus disertai kerja organisasi yang lebih terstruktur.
Ia juga menilai dinamika perpindahan figur politik merupakan hal yang terjadi di berbagai partai. Karena itu, menurut Patrice, keberlangsungan organisasi tidak semestinya bergantung sepenuhnya pada keberadaan tokoh tertentu.
“Figur keluar dan masuk itu tidak hanya dialami Hanura. Hampir semua partai mengalami hal yang sama. Namun, keluar-masuknya figur tidak semestinya memengaruhi kekuatan partai sepanjang mesin politiknya terus berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Hanura perlu membangun struktur yang solid dan tangguh agar organisasi tetap berjalan meskipun terjadi pergantian atau perpindahan kader. Dengan struktur yang terjaga, aktivitas politik partai diharapkan tidak berhenti ketika seorang tokoh meninggalkan organisasi.
Menurut Patrice, keberadaan figur tetap dibutuhkan, terutama untuk menghadapi persaingan dalam pemilihan anggota legislatif. Namun, proses pencalonan harus berjalan beriringan dengan pembenahan organisasi dan persiapan mesin politik.
“Partai membutuhkan figur yang tepat dan memiliki ketokohan untuk bertarung dalam pemilu. Namun, mesin politiknya harus dipersiapkan oleh partai,” katanya.
Penjaringan Figur Potensial
Selain pembenahan struktur, Hanura juga menyiapkan penjaringan calon anggota legislatif dengan mempertimbangkan potensi masing-masing daerah pemilihan. Patrice mengatakan, partai akan menggunakan hasil survei sebagai salah satu bahan untuk menentukan wilayah yang memiliki peluang memperoleh kursi.
Menurut dia, penjaringan tidak harus terbatas pada kader internal. Partai juga membuka kemungkinan mengajak figur dari luar untuk bergabung apabila dinilai sesuai dengan kebutuhan dan strategi organisasi.
“Ketika hasil survei menunjukkan Hanura punya potensi mendapatkan kursi, tinggal kita mencari calon legislatifnya. Apakah calonnya berasal dari internal atau kombinasi antara kader internal dengan figur yang kita ajak bergabung,” ujarnya.
Patrice menjelaskan, proses tersebut akan dilakukan setelah agenda konsolidasi nasional selesai. Ia menilai survei yang dilakukan ketika konsolidasi masih berlangsung belum sepenuhnya menggambarkan kondisi organisasi yang telah dibenahi.
Ia juga menekankan pentingnya peran DPD dan DPC dalam mengidentifikasi kader potensial, termasuk figur lokal yang memiliki basis dukungan di wilayah masing-masing. Pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu partai menentukan langkah yang sesuai dengan karakteristik setiap daerah pemilihan.
Patrice menambahkan, perubahan dinamika politik antara Pemilu 2024 dan Pemilu 2029 perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi. Menurut dia, figur lokal dapat memiliki peran dalam persaingan pemilihan legislatif, sehingga proses penjaringan perlu dilakukan sejak dini.
Untuk Sulawesi Selatan, ia menyebut Hanura akan memprioritaskan pemetaan daerah pemilihan yang dinilai memiliki potensi. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian partai adalah daerah pemilihan ketiga, meskipun penentuan langkah lebih lanjut tetap akan mempertimbangkan hasil pemetaan dan survei.
Evaluasi Kepengurusan
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kinerja pengurus di tingkat cabang sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi.
Ia menegaskan, pengurus DPC diharapkan menjalankan tanggung jawab dengan serius dan menjaga loyalitas terhadap partai. Apabila peringatan yang telah diberikan tidak diikuti perbaikan, DPD membuka kemungkinan mengusulkan pergantian kepengurusan.
“Tadi saya sudah sampaikan kepada ketua DPC yang malas, tidak fokus, dan sudah diingatkan berkali-kali, ya terpaksa kita akan usulkan adanya pergantian. Masih banyak yang mau menjadi ketua DPC yang punya loyalitas tinggi,” kata Andi Muhammad Bau Sawa.
Menurut dia, evaluasi tersebut merupakan bagian dari pembenahan internal agar seluruh struktur partai dapat bekerja sesuai dengan tugas masing-masing. DPD juga ingin memastikan bahwa pengurus di tingkat cabang memiliki komitmen dalam menjalankan program organisasi dan mempersiapkan partai menghadapi agenda politik mendatang.
Dia juga menyebut, Hanura saat ini memiliki satu kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan 20 kursi di DPRD kabupaten/kota. Capaian tersebut, menurut dia, menjadi salah satu dasar bagi partai untuk menyusun langkah penguatan organisasi di tingkat daerah.
Ia berharap seluruh daerah pemilihan di Sulawesi Selatan dapat terisi pada pemilu mendatang. Untuk mencapai target tersebut, ia meminta para kader meningkatkan kerja organisasi, memperluas komunikasi politik, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan.
“Insyaallah, kita akan bersama-sama berupaya agar semua dapil terisi. Kita juga akan berdoa dan mendampingi para kader agar bekerja keras dan menjadi petarung,” ujarnya.
Pendekatan ke Kader dan Tokoh Lokal
Andi Muhammad Bau Sawa menambahkan, DPD Hanura Sulawesi Selatan mulai melakukan pemantauan dan observasi untuk mengidentifikasi kader maupun figur potensial yang dapat memperkuat partai. Langkah itu sejalan dengan arahan DPP mengenai penjaringan calon legislatif berdasarkan potensi daerah pemilihan.
Ia mengatakan, pendekatan kepada sejumlah figur telah dilakukan secara kekeluargaan. Upaya tersebut dimaksudkan untuk membangun komunikasi dan meyakinkan figur yang dinilai potensial agar bersedia bergabung dengan Hanura.
“Strategi politik sudah mulai kami jalankan melalui monitoring dan observasi. Kami melihat kira-kira kader mana yang bisa dinaturalisasi. Proses pendekatan secara kekeluargaan juga sudah berjalan agar mereka bisa kami yakinkan untuk bergabung dengan partai,” kata Andi Muhammad Bau Sawa.
Ia menegaskan, pembenahan kepengurusan, penjaringan figur, dan penguatan kader akan berjalan beriringan. DPD Hanura Sulawesi Selatan berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kesiapan organisasi dalam menghadapi Pemilu 2029. (din/jee)