?PONTIANAK, SP – Rangkaian acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tahun 2026 resmi ditutup di Hotel Novotel Pontianak, Kalimantan Barat. Acara yang dihadiri oleh anggota DPRD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dari seluruh Indonesia ini ditutup secara resmi oleh Sekretaris Jenderal DPP Hanura, Benny Rhamdani.
?Penutupan berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan. Sebelum seremoni penutupan, para peserta terlebih dahulu dibekali materi politik oleh narasumber utama, Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi.
?Menghadapi dinamika politik tahun 2029 serta tantangan pemerintahan yang kian kompleks, Partai Hanura menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis dan substantif bagi para legislator. Salah satu fokus utama adalah pemahaman terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
?Peningkatan PAD dinilai sangat krusial agar daerah memiliki kemandirian anggaran yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Kader Hanura diharapkan mampu lebih optimal dalam menyusun Peraturan Daerah (Perda) yang pro-rakyat.
?Mengawasi jalannya program pembangunan secara ketat.
?Mengelola anggaran daerah secara akuntabel dan transparan.
?Dalam arahannya, Benny Rhamdani menegaskan bahwa perjuangan politik kader tidak boleh berhenti pada tuntutan upah layak semata. Menurutnya, perjuangan Hanura harus lebih luas, mendasar, dan berani melawan praktik politik eksploitatif.
?“Yang kita perjuangkan bukan sekadar upah layak. Kita bicara soal kekuasaan atas kerja, hak berserikat tanpa represi, jaminan sosial universal, dan keberanian melawan sistem yang eksploitatif,” tegas Benny.
?Ia juga menginstruksikan agar seluruh elemen partai, mulai dari pengurus tingkat pusat hingga DPC, memiliki kesamaan visi. Ia mencontohkan aspirasi guru yang diperjuangkan di daerah harus didukung penuh secara nasional. Benny mengingatkan bahwa arahan Ketua Umum, Oesman Sapta Odang (OSO), harus dijawab dengan kerja lapangan, bukan sekadar simbolis.
?“Bimtek ini bukan formalitas atau ruang tepuk tangan. Ini adalah ruang pembentukan diri. Apa yang didapat selama dua hari ini harus menjadi bekal nyata untuk membangun kesadaran rakyat,” tambahnya.
?Benny memaparkan konsep “Berjaya dan Sejahtera” sebagai visi utama partai. Ia menjelaskan bahwa "Berjaya" mencerminkan daerah yang memiliki kekuatan ekonomi mandiri tanpa ketergantungan berlebihan. Sementara "Sejahtera" bermakna terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.
?“Keberhasilan pembangunan tidak dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi semata, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya secara adil dan merata,” ujarnya.
?Senada dengan Sekjen, Ketua Dewan Penasehat DPP Partai Hanura, Irjen Pol (Purn) Drs. Marwan Paris, meminta para kader untuk memperkuat kualitas kerja sebagai wakil rakyat. Ia menekankan agar anggota legislatif tidak hanya menjadi pengamat, tetapi menjadi motor perubahan di daerah masing-masing.
?“Jangan anggap Bimtek ini sebagai rutinitas biasa. Ini adalah momentum untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan agar kita benar-benar berkualitas dalam merepresentasikan partai di tengah masyarakat,” tegas Marwan Paris.
?Dengan berakhirnya bimtek ini, Partai Hanura berharap seluruh legislatornya kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru untuk mengimplementasikan materi yang telah diterima demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
?UMKM Kalbar Unjuk Gigi
Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kalimantan Barat (Kalbar) turut menyemarakkan gelaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Acara tersebut berlangsung di Hotel Novotel Pontianak pada Sabtu, 2 Mei 2026.
?Berbagai produk unggulan khas daerah, mulai dari tanjak, kerajinan tangan, pakaian, makanan ringan, hingga aksesori tradisional, dipamerkan dan dipasarkan langsung kepada para peserta bimtek yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
?Suherman, pemilik Kampung Tanjak asal Kota Pontianak, mengungkapkan bahwa partisipasinya dalam pameran ini bertujuan untuk mempromosikan produk unggulan Kalbar ke kancah nasional. Menurutnya, acara berskala besar seperti ini merupakan kesempatan emas untuk menjangkau pelanggan baru.
?"Kami menawarkan berbagai produk seperti tanjak, tas, hingga kain songket untuk pria dan wanita. Harganya bervariasi; khusus untuk tanjak, kami banderol mulai dari Rp100.000 hingga Rp1.000.000, tergantung bahan dan kerumitan motifnya," jelas Suherman kepada tim media.
?Suherman sendiri bukan pemain baru di dunia pameran. Sejak memulai langkahnya pada 2017, ia konsisten mempromosikan produknya hingga kini di tahun 2026. Dedikasinya membuahkan hasil manis ketika pada tahun 2025 lalu, ia dipilih oleh Pemerintah Kota Pontianak untuk mewakili daerah dalam ajang pameran UMKM terbesar se-Asia Tenggara di Senayan, Jakarta.
?Dalam ajang tersebut, usahanya dinobatkan sebagai UMKM Paling Inovatif oleh pemerintah pusat. Prestasi ini kemudian mendapat apresiasi khusus dari Pemerintah Kota Pontianak.
?"Kami merasa bangga karena pemerintah daerah, khususnya Wali Kota Pontianak, Bapak Edi Rusdi Kamtono, tidak tutup mata dan sangat peduli terhadap pertumbuhan UMKM di kota ini," tambahnya.
?Ia berharap kegiatan yang melibatkan UMKM seperti ini terus ditingkatkan sebagai sarana memperkenalkan potensi lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
?“Kami berharap UMKM lokal bisa semakin berkembang dan mampu bersaing, baik di tingkat daerah maupun nasional,” pungkasnya.
Kegiatan Bimtek Nasional Partai Hanura ini dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi serta Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), yang merupakan tokoh nasional asal Kalbar.
?Bimtek kali ini juga menghadirkan dua narasumber ternama, yakni akademisi Rocky Gerung dan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra. (mrg)