Ponticity post author Kiwi 08 Agustus 2026

Task Force Hanura Bergerak Perkuat Konsolidasi Nasional Menuju Pemilu 2029

Photo of Task Force Hanura Bergerak Perkuat Konsolidasi Nasional Menuju Pemilu 2029

PONTIANAK, SP - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Tim Task Force DPP Hanura bergerak ke daerah untuk memperkuat struktur sekaligus membangun kembali optimisme kader setelah hasil Pemilu 2024 dinilai belum sesuai harapan.

Provinsi Banten dipilih menjadi daerah pertama dalam rangkaian konsolidasi Task Force DPP Hanura yang selanjutnya akan menyasar sejumlah wilayah di Indonesia.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura, Rio Capella, mengatakan Banten menjadi titik awal karena masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan partai, khususnya dalam penguatan struktur dan konsolidasi kader.

“Kami memilih Banten untuk mengawali perjalanan Task Force keliling seluruh Indonesia,” kata Rio dalam pertemuan bersama jajaran DPD dan DPC Hanura se-Banten di Karawaci, Tangerang, Sabtu (8/8/2026).

Rio mengakui, kondisi Hanura di Banten sebelumnya menghadapi sejumlah persoalan. Mulai dari struktur organisasi yang belum optimal, keterbatasan kader, hingga hasil Pemilu 2024 yang belum memberikan hasil sesuai harapan.

Namun, setelah melihat langsung proses konsolidasi yang berjalan, Rio menilai mulai muncul optimisme baru dari jajaran pengurus Hanura di Banten.

Menurutnya, menghadapi Pemilu 2029, Hanura tidak cukup hanya mengandalkan rapat organisasi maupun pidato politik. Kebangkitan partai harus dibangun melalui kerja nyata dan kesungguhan kader di lapangan.

“Kemenangan partai ini di 2029 bukan karena sering rapat. Kemenangan partai ini 2029 bukan hanya faktor materi saja. Tapi partai ini bisa kembali bangkit di sini kalau partai ini kerja, kalau partai ini ada kader yang betul-betul sungguh-sungguh niat tulus ikhlas untuk membesarkan partai ini,” tegas Wakil Ketua Umum Hanura tersebut.

Ia menjelaskan, pembentukan Task Force DPP Hanura ditujukan untuk mempercepat proses penguatan struktur di daerah. Karena itu, kehadiran tim di Banten bukan untuk mengambil alih peran pengurus daerah, melainkan memastikan proses konsolidasi berjalan lebih cepat dan terarah.

“Kedatangan Task Force di Provinsi Banten ini bukan untuk menggurui kalian semua, bukan untuk mengarahkan kalian semua, tapi untuk membantu memastikan bahwa terjadi percepatan proses untuk penguatan struktur di Provinsi Banten agar Banten siap menghadapi Pemilu 2029 yang akan datang,” ungkapnya.

Setelah Banten, Task Force Hanura dijadwalkan melanjutkan konsolidasi ke sejumlah wilayah lainnya. Di antaranya Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Batam, hingga Palembang.

Rio menegaskan, agenda tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pembenahan struktur organisasi secara administratif. Lebih dari itu, Hanura ingin menghidupkan kembali semangat, rasa memiliki, dan optimisme kader di seluruh tingkatan.

“Kami membangun Indonesia ini tidak bisa hanya membangun raganya, tapi harus membangun jiwanya. Membangun partai ini juga tidak hanya bangun strukturnya, tapi juga membangun emosinya dan membangun optimismenya,” ujarnya.

Karena itu, Rio meminta seluruh pengurus daerah menjadi sumber semangat bagi kader di bawahnya. Ia tidak ingin muncul narasi pesimistis dari jajaran pimpinan yang justru dapat melemahkan semangat kader menjelang Pemilu 2029.

Bahkan, Rio memberikan peringatan keras kepada ketua DPC yang dinilai menyebarkan pesimisme mengenai peluang kebangkitan Hanura.

“Jangan sampai di antara ketua DPC ini pulang dari Arya Duta Karawaci, ditanya PAC-nya: ‘Bagaimana Pak Ketua, kira-kira Hanura ke depan?’ ‘Saya rasa berat.’ Silakan pecat!” kata Rio.

“Kalau itu terjadi, langsung pecat! Itu tidak ada tawar-menawarnya, tidak ada pertimbangannya, karena dia menyebarkan virus-virus pesimis di antara para kader,” lanjutnya.

Menurut Rio, optimisme menjadi modal penting dalam membangun kembali kekuatan Hanura. Struktur yang kuat, kata dia, harus diikuti kader yang memiliki kemauan bekerja dan keyakinan bahwa partai masih memiliki peluang untuk kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Konsolidasi Task Force DPP Hanura tersebut menjadi bagian dari langkah awal partai menyiapkan kekuatan menghadapi Pemilu 2029. Penguatan struktur hingga tingkat bawah, kaderisasi, serta membangun kembali kepercayaan dan optimisme internal menjadi pekerjaan yang akan dikejar dalam tiga tahun menuju kontestasi politik nasional mendatang. (pas/din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda