Ponticity post authorKiwi 11 Januari 2022

Kalbar Bakal Miliki Geleri Hasil Hutan Termegah di Indonesia

Photo of Kalbar Bakal Miliki Geleri Hasil Hutan Termegah di Indonesia Salah satu sudut bagian bagunan galeri hasil hutan yang telah selesai dibangun. Galeri yang nantinya menampung berbagai produk dan hasil hutan beserta informasinya ini digadang-gadang merupakan yang terbesar di Indonesia. suara pemred/dino

PONTIANAK, SP – Pemprov Kalbar bakal memiliki galeri hasil hutan termegah se Indonesia. Galeri hasil hutan tersebut direncanakan akan diresmikan Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat hari ulang tahun Pemprov Kalbar pada 28 Januari mendatang.

Keberadaan galeri hasil hutan yang terletak di samping Pendopo Gubernur Kalbar tersebut diharapkan mampu menjadi wadah edukasi, promosi dan informasi tentang kehutanan di Kalbar.

Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah VIII Pontianak, Ade Mukadi mengatakan galeri hasil hutan ini merupakan suatu komitmen dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Galeri hasil hutan ini akan menjadi rumah berbagi produk masyarakat binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Kalbar.

“Ini galeri termegah se-Indonesia, di daerah lain ada galeri tetapi tidak semegah yang ada di Kalbar, makanya kami sangat bangga,” ucap Kepala Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah VIII Pontianak, Ade Mukadi, Senin (10/1).

Ia menambahkan, galeri ini merupakan komitmen Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK). Keberadaan galeri ini akan menjadi wadah pengembangan produk dan promosi serta sumber data informasi kehutanan di Kalbar.

Hadirnya galeri hasil hutan ini juga menjadi contoh bagi daerah yang lain di Kalbar. Galeri ini juga diharapkan sebagai tempat edukasi, promosi dan informasi tentang kehutanan yang menjadikan tempat pemasaran hasil hutan bukan kayu dan kayu yang menjadi ikon Kalbar. 

“Galeri ini bisa memberikan peluang peningkatan ekonomi bagi Kalbar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar, Adi Yani juga mengatakan, galeri hasil hutan akan menjadi wadah edukasi promosi dan informasi terkait kehutanan di Kalbar. Galeri ini akan menjadi wadah promosi produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) termasuk kratom, madu dan lainnya. 

“Dengan banyaknya produk hasil hutan bukan kayu yang diproduksi perhutanan sosial, ternyata masyarakat masih menghadapi kesulitan untuk melakukan penjualan produk mereka,” ucap Adi Yani.

Ia menambahkan seluruh produk hasil hutan bukan kayu akan ditampilkan di galeri hasil hutan untuk dibantu promosinya. Selain galeri galeri ini, juga di kembangkan dan disandingkan dengan program yang ada. Misalnya arboretum, taman anggrek sehingga tempat tersebut akan menjadi wadah edukasi, transaksi, promosi dan olahraga. 

Dirinya menyebutkan dalam upaya mendukung pemasaran, pihaknya akan membuat surat edaran Gubernur Kalbar agar masing-masing instansi harus membeli produk dari galeri hasil hutan. Diantaranya kopi untuk minum dinas dan instansi berasal dari lokal yang dipromosikan di galeri hasil hutan. 

“Lalu ada juga madu, sepang dan produk kerajinan lainnya. Lalu ada juga UKM yang memiliki produk lokal seperti tenun tikar dan berbagai produk lainnya,” katanya.

Adi Yani mengungkapkan, awalnya galeri hasil hutan tersebut akan dibangun di Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu. Namun berdasarkan hasil pertimbangan, jika berada di kabupaten, maka tidak akan terfokus untuk Provinsi Kalbar. Padahal sejatinya Kalbar memiliki banyak produk hasil perhutanan sosial. 

Dikatakannya, usai melewati diskusi, maka dibangunlah program tersebut untuk Provinsi Kalbar. Pada saat akan dibangun, pihaknya juga menghadapi penentuan lokasi pembangunan. Awalnya diarahkan untuk dibangun di Universitas Tanjungpura (Untan), namun menghadapi kendala sarana dan prasarana yang belum memadai. 

“Dengan saran Gubernur Kalbar maka dibangun di hutan kota di area ini, juga akan dipadukan dengan joging track yang bakal dibangun. Pengelolaannya nanti kita tunggu arahan Gubernur Kalbar,” ungkapnya. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda